7 Tren Interior Yang Paling Dicari!

Buat desainer interior, arsitek, maupun pemilik hunian, akan berada di level berbeda dengan mengikuti tren interior.

Artikel Arsitektur – tren interior selama 2016 sangat beragam. Itu terjadi karena setiap manusia adalah makhluk yang unik.

“Desain interior yang berhasil baik untuk suatu hunian, belum tentu dan bahkan bisa gagal total di hunian lainnya.”

Sejalan dengan pengetahuan dan pengalaman,seorang desainer interior akan dapat menterjemahkan ‘needs’ klien kedalam hasil disain yang memuaskan.

Berikut ini 7 tren interior yang bisa jadi akan menjadi tambahan ‘kunci’ keberhasilan anda:

1. POLA GEOMETRIS

Scandinavian style yang terus menerus menjadi tren interior sangat patut anda kuasai.

Pola geometris dapat diaplikasikan bukan hanya pada furniture, melainkan juga diberbagai elemen interior seperti:

  • Lukisan,
  • Panel dinding,
  • Fabric area tamu & kamar tidur,
  • Elemen dekoratif,
  • Asesoris.

2. RUANGAN BEBAS ELEKTRONIK

Bukan berarti kembali ke desain ala pedesaan. Ini cocok diterapkan untuk salah satu ruang duduk atau bisa untuk ruang keluarga.


Harapannya adalah ada kesan ruang yang berbeda dengan menghadirkan kebebasan dari frekuensi elektonik seperti:

  • TV/Home theater
  • Radio,
  • Dll.

3. GUNAKAN BAHAN BERBULU

Digunakan untuk aksen ruang ala Nordic. 

Biasanya digunakan untuk ruangan dengan minim furniture.


Caranya dengan bahan berbulu diatas kursi atau meja sudah cukup untuk mendapatkan aksen ini.

4. DAPUR DUA WARNA

Warna beda antara cabinet bawah dengan cabinet atas dapur, menjadi tren yang berhasil dalam desain.


Yang perlu diperhatikan adalah pemilihan warna seimbang dan sesuaikan dengan selera klien kita.

5. GAYA PERABOTAN RENDAH

Harapannya adalah menghasilkan kesan yang lebih santai.


Tren ini sangat digandrungi di era 70-an.

“Siklus tren interior berulang. Disinilah diperlukan wawasan kita untuk mensinkronkan keinginan dan gaya hidup klien kedalam desain interior yang berhasil.”

6. SHIBORI STYLE

Shibori adalah tren gaya bohemian ala Jepang. 

Tren ini sebetulnya merupakan sebuah teknik tie-dye pada kain.

Memadukan warna:

  • Indigo dan 
  • putih. 

“Hasil pengerjaan kain tersebut dijadikan sebuah ornamen dekorasi di dalam rumah yang dipajang seperti lukisan di dinding.”

7. GAYA EKLETIK

Gaya eklektik adalah percampuran beberapa gaya desain dari beberapa periode waktu dan tempat yang berbeda tapi dikombinasikan menjadi satu, misalnya penggabungan antara:

  •  Gaya klasik, 
  • modern, 
  • kontemporer, 
  • tradisional.

    Semuanya bisa digabungkan dalam satu ruangan. 

    “Gaya eklektik melambangkan kebebasan bagi klien untuk mengekspresikan apa yang menjadi keinginan pribadinya.”

    Demikian beberapa tren tren interior yang sering arsdesain.com dapati sepanjang 2016. Semoga di awal tahun  2017, artikel singkat ini dapat menginspirasi!

    Sumner foto: Google.com/image

    Facebook Comments
    Haries

    Author: Haries

    Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia.
    Haries adalah pemerhati perkembangan arsitektur dan desain.
    “Mari register untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.”
    arsdesain.com. adalah sebuah Situs yang menjadi sumber referensi bersama sepurtar arsitektur dan desain.