Blended and Clicked

Putu Mahendra; Blended and Clicked With the Mother Nature

Putu Mahendara, tamatan ITS 1990 yang memelihara rambut panjang ini selalu berbicara dengan “bahasa gaul”.

Bagaimana “arsitek autis” –begitu ia menjuluki dirinya– pertama kali bisa dilihat pada karya untuk rumahnya sendiri, yang disebutnya sebagai Rumah Seng.

Selebihnya, seperti yang dinyatakannya, ia adalah bagian dari suatu tim kerja.

Ada arsitek dan desainer lansekap Bill Bensley –“raja resor mewah” tamatan Harvard yang lama berkolaborasi dengan Norman Foster– sebagai prinsipal di Bensley Studio Studios Bali, yg berdiri sejak 1990.

Selain arsitek senior dan yunior, dan ada pihak-pihak lain lagi yang terlibat keseluruhan proses konstruksi.

Bagi Bli Putu, begitu Putu Mahendra biasa dipanggil teman-temannya, arsitektur itu harus dilihat dari banyak sisi.

Tidak ada yang benar atau salah. Arsitek semestinya mengupayakan, agar semua hadir dalam porsinya masing-masing. Demikian pula, tak ada unsur dan kepentingan yang boleh terlalu mendominasi.

Mungkin ada juga pengaruh Bill Bensley padanya, tapi sangat jelas bahwa Bli Putu berupaya memelihara alam.

Baginya keindahan bangunan mustahil mengalahkan alam.

Katanya: “Bungkus bangunan anda dengan landskap. Jangan tunjukkan bahwa bangunan anda begitu dominan. Di mana-mana, tak ada yang bisa mengalahkan alam…

lets always be blended and clicked with the mother nature”.

Dalam mengolah lansekap, ia kurang setuju dgn “cut and fill”.

Menurut Bli Putu, hal itu berdampak negatif pada aliran air alami dari lahan bagian atas ke bawah.

Beberapa prinsip desain lansekapnya: “tidak menebang pohon”, “tidak memotong lahan”, dan “privasi harus sangat dijaga”.

Lebih menarik lagi adalah pernyataannya, bahwa berarsitektur adalah mempertahankan apa yang kita inginkan dan mempertahankan apa yang seharusnya alam punya. 

Saat mendesain pun, menurut Bli Putu, arsitek tidak sendirian, lahan di sekitar pun pasti ada yang memiliki.

Jadi, komunikasi yg baik sangat dibutuhkan.

Akhirnya tak akan komplet mengenal Bli Putu tanpa menyimak aktifitasnya bersama-sama beberapa arsitek muda Bali –termasuk “pasukannya” dari bironya di Denpasar– untuk melestarikan arsitektur tradisional Desa Julah di Buleleng, yang nyaris punah.

Ini hal yang sangat langka bagi para arsitek yang sudah “mapan”.

Keberpihakan terhadap alam dan masyarakat adat, adalah salah satu sikap penting untuk memelihara kesetimbangan arah perjalanan Arsitektur Nusantara.

Info

Penulis: Info

Menampilkan artikel yang masuk dari para pengguna arsdesain.com berupa : Info lowongan kerja, event, produk bahan bangunan dan lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.