Go Green Jakarta

Go Green Jakarta

Dikisahkan pada zaman dahulukala, ada Raja yang terkenal akan kebijaksanaannya. Sang Raja secara mendadak mengumpulkan seluruh  penghuni Istana dan langsung memberi Titah:

“Wahai seluruh penghuni Istana… Aku titahkan kepada kalian semua untuk masing-masing membawa satu sendok madu, kemudian madu itu kalian taruh di sebuah Guci yang sudah dipersiapkan di tengah hutan lebat pada tengah malam hari yang gelap gulita ini.”

Kemudian Raja bergegas masuk kembali ke dalam Istana.

Tak lama kemudian seluruh penghuni Istana bergegas kembali keruangan masing-masing untuk membawa sesendok Madu sesuai titah sang Raja.

(Pada zaman itu, Madu terkenal sangat mahal harganya)

Dari sekian banyak penghuni Istana, ada seorang Prajurit yang terkenal ‘bengal’ dan suka membangkang. Dia berpikir dalam hati….

”Hmmm..kalau aku bawa satu sendok air, pasti tidak akan ada yang tahu..’secara’ malam ini sangat gelap gulita dan hutan sangat lebat. Pasti tidak ada pengaruhnya isi Guci Raja bila hanya satu sendok air yang kubawa ini kutaruh ke Guci tersebut.”

Singkat cerita, pada keesokan harinya, Raja memeriksa langsung Guci tersebut ke dalam hutan. Dan sang Raja menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa isi Guci tersebut adalah berisi full air putih.

(Ternyata seluruh penghuni Istana berpikiran sama dengan si Prajurit Bengal)

Teman-teman, apa yang terkandung dalam kisah tersebut, mirip dengan apa yang dialami Kota Jakarta  dan mungkin juga Kota-kota lainnya di Indonesia tercinta ini.

Jika Anda membuang sampah di tempat sampah, terlihat sepele, tapi yang patut kita sadari adalah coba bayangkan seluruh warga Jakarta juga melakukan hal yang sama..membuang sampah pada tempatnya, pasti Kota kita menjadi Kota yang bersih dan nyaman.  Kenyataannya mungkin sebaliknya, yaitu ‘nyampah’ secara berjamaah.

Sampah Jakarta

Jadi kesadaran individu, walaupun terlihat kecil, dampaknya ternyata akan menjadi luar biasa. Hal ini bukan berlaku untuk kebersihan kota saja, namun untuk segala segi kehidupan.

Termasuk profesi Arsitek dan Designer yang peduli lingkungan. Dengan Green Design akan membawa lingkungan binaan yang nyaman, asri dan bersahabat.

Memang dalam prakteknya, sering kali kita menemui Klien yang ‘pelit’ ruang, maksudnya: Sebisa mungkin mereka minta maksimal untuk ruang dan tipe klien seperti ini alergi bila kita usulkan ruang terbuka ventilasi alami. Walaupun sudah jelas aturan KDB & KDB bangunan tersebut.

Dan mungkin ada diantara Anda yang ingin berbagi pengalaman mengenai dampak kesadaran Individu seorang Arsitek/Designer. Ataupun sharing pengalaman menghadapi klien yang ‘pelit’ dengan ruang terbuka seperti taman dalam.

Haries

Penulis: Haries

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.