Konsultan Kelas Dunia

Dalam bidang bulutangkis kita mempunyai pemain-pemain kelas dunia termasuk peraih medali emas Olimpiade.

Apakah kita mempunyai:

  • konsultanArsitektur,
  • Struktur,
  • Geoteknik,
  • M&E,
  • Interior,
  • Landscape

kelas dunia?

Pengertian kelas dunia saya artikan selain punya kantor pusat dan cabang-cabang di dalam negeri juga mempunyai cabang-cabang di berbagai kota besar di berbagai belahan bumi.
Setahu saya tidak ada, please CMIIW.

Kenapa hayo?

Setelah berkarir sebagai Konsultan Struktur cukup lama menurut saya penyebabnya a.l. :

  1.  Tidak banyak ahli yg secara luas dikenal selain dalam negeri juga diluar negeri.
  2. Mutu pendidikan engineer yg kurang baik.
  3. Kemampuan managerial yg kurang untuk mengelola bisnis secara profesional dan profitable.
  4. Imbalan fee yg jauh dari memadai.
  5. Dukungan pemerintah yg kurang.

Ad1).
Secara individu orang2 Indonesia banyak yg pintar dibuktikan a.l. prestasi-prestasi di ajang Olimpiade Fisika, Kimia, dan Matematik.
Juga banyak mahasiswa-mahasiswa Indonesia tatkala belajar di negeri orang menjadi best student.

Namun bibit yang bagus saja tidaklah cukup perlu diasah di perguruan tinggi yg bagus juga.

Selain itu , secara umum ahli-ahli kita agak kurang terbuka dan agak pelit sharing ilmu…malah rada sensi/gusar kalau dapat masukan/kritikan.
Dengan sharing ilmu, maka akan ada masukan-masukan dan kalau direspon secara akademis justru akan menambah dalamnya ilmu sang ahli tersebut.

Setahu saya sampai saat ini praktis sedikit sekali_dari 263 juta penduduk_ ahli-ahli kita dalam bidang konsultan yang sudah dikenal secara mendunia.

Ad2).
Perusahan konsultan itu_selain tentunya figure pimpinannya_hrs mempunyai team engineers yg kompeten dan profesional.
Tanpa itu perusahan tdk akan berkembang!.

Soal mutu pendidikan tinggi kita saat ini tidaklah perlu diperdebatkan disini.

Tengok saja lewat Mbah Google universitas top kita berada di rangking berapa di Asia dan dunia.

Agar haqul yakin, tengok jangan hanya satu lembaga penilai.

Ad3).
Secara umum orang seni dan teknis kemampuan managerialnya relatif kurang … sehingga perlu orang yang lebih ngerti manajemen dan bisnis bagaimana menjalankan perusahaam agar profesional dan profitable.

Konsultan besar diluar negeri_khususnya yang kelas dunia_malahan sdh lazim mempunyai div.R&D utk menunjang jalannya perusahaan agar efektif dan efisien.

Ad4).
Tanpa mendapat imbalan fee yang memadai otomatis perusahaan tdk bisa berbuat banyak.

  • Tidak bisa mempunyai fasilitas pendukung yang  baik.
  • Tidakbisa memberi gaji yg baik ( sehingga tidak banyak yang mau berkarir dalam bidang Konsultan ?)
  • Tidakbisa memberi tunjangan sosial yang baik
  • Tidakbisa memberi bonus yg menarik
  • Tidakbisa mempunyai R&D yg kuat. Dst.

Menjadi konsultan teknik yg profesional tidaklah mudah…namun mengapa % feenya (jauh) lebih rendah dr property agent yg sekitar 2,5% dan 5% masing-masing untuk jual dan sewa/kontrak properti?
Untuk jadi property agent_mohon maaf_bisa cukup lulusan SMU saja…sementara untuk jadi konsultan profesional min.S1 bahkan S2/S3.

Ad5).
Pemilik kue proyek terbesar adalah pemerintah…kalau pemerintah tdk memberikan kesempatan dan kepercayaan secara luas kepada konsultan lokal tentunya tidak akan berkembang dengan baik…
Kecil terus atau berkembang gitu-gitu saja !

Kalau suatu bidang pek.konsultasi belum mampu bisa saja memakai asing dulu dan berpartner dgn lokal…shg suatu saat konsultan lokal bisa kerjakan secara mandiri.

Jadi kalau mau ada konsultan kelas dunia minimal ke 5 hal tersebut diatas perlu dibenahi.
Kalau tidak ?

Then, we are just dreaming in the middle of the hot day!

Itu pendapat saya.

Facebook Comments
Annin Hudaya Stadin

Author: Annin Hudaya Stadin

Profesional:
General Management, Structural Engineering dan Foundation (engineering
Director/Sr.Structural Eng.,Trisakti Univ.(S1)&Univ.of Ind./Ecole Central de Lyon, France(S2/Master)
Tulisan bersumber dari laman Facebook :
http://facebook.com/annin.hudaya