Konsultan Perencana vs MK

Emang Penting Gitu Jasa Arsitek?????

DESIGN STAGE

Sudah dijelaskan secara singkat dalam tulisan pendek sebelumnya, bahwa untuk merencanakan suatu proyek yg relatif besar, relatif sulit, relatif rumit, maka Owner harus menunjuk konsultan yang qualified, profesional, dan berpengalaman mendesign proyek sejenis…ini disebut Design Stage.

  • Syarat berpengalaman mendesign proyek sejenis sangat lah perlu…singkatnya, mohon maaf , Arsitek papan atas yang hanya biasa design rumah tinggal mewah lengkap dengan basemen _dengan luasan sekitar 1.000m2~1.500m2_akan terseok-seok saat mendesign suatu proyek MixedUse Development yg terdiri atas:
  • parkir,
  • mall,
  • office,
  • apartemen bertingkat jangkung dengan luasan dua-tiga ratusan ribuan m2 ,
  • dilengkapi dengan berlapis-lapis basemen pula.

“Demikian pula sebaliknya Arsitek yang sudah terlanjur punya pengalaman design apartmen bertingkat saja, tidaklah mudah untuk bisa design rumah tinggal mewah yang besar tersebut.”

Karena lazimnya Owner awam dalam bidang bangunan_ tapi lazimnya duit nya banyak _maka bila tidak mempunyai team sendiri seperti pada developer besar akan menunjuk PM (Project Management ) atau MK (Managemen Konstruksi /Construction Management ).
Singkatnya tugas mereka adalah mewakili Owner utk urusan teknis dan non teknis …sedemikian sehingga proyek dapat terwujud sesuai keinginan Owner.

Untuk urusan:

  • biaya,
  • proses tender,
  • evaluasi tender,
  • klarifikasi tender,
  • negosiasi tender,
  • kontraktual,
  • dst ,

TENDER STAGE

Maka Owner menunjuk juga Konsultan QS (Quantity Surveyor )…ini lazim dikasih nama Tender Stage.

CONSTRUCTION STAGE

Setelahkontraktor pemenang ditentukan , maka tahap pelaksanaan /Construction Stage dimulai…

Untuk memastikan bahwa proyek dilaksanakan sesuai yang disepakati bersama, maka ditunjuklah MK tsb.

Tugas utama MK singkatnya adalah sebagai wakil Owner mengurusi BMW… (!).
Bah, itu bukan merek mobil mewah milik sang Owner…tapi singkatan dari:

  • Biaya
  • Mutu
  • Waktu.

Pengalaman selama ini, banyak sekali MK lebih menitikberatkan mengurusi WWW =

  • Waktu
  • Waktu
  • Waktu…

Agar proyek selesai sesuai dengan skedul dalam kontrak.

Apalah artinya suatu proyek selesai tepat waktu namun mutu nya tdk baik dan tidak sesuai dengan dokumen kontrak ( a.l.Gambar, Spek., BA, dst )?
Tidaklah heran kalau dalam dunia konstruksi dikenal cemoohan CM / MK hanyalah sebagai “Construction Messenger” saja karena a.l. saat menerima laporan tes-tes:

  • beton,
  • besi beton,
  • daya dukung pondasi,
  • intregritaspondasi, dst

Maka laporan-laporan tersebut tinggal diforward ke Konsultan Perencana…tanpa melakukan evaluasi apakah hasil tes-tes tsb sesuai MUTU dengan mutu yang disyaratkan dalam gambar & spesifikasi.

MK dan Kontraktor yang baik dan profesional akan berusaha bersama untuk menyelesaikan proyek agar sesuai BMW yg sudah disepakati, bukan hanya sesuai W saja.

MK dan Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan harus, sekali lagi harus, mempelajari dan memahami dengan baik seluruh dokumen pelaksanaan teknis ( gambar, spek teknis , dst ) maupun non teknis (spek adminitrasi, kontrak,, dst ).
Bila ada yg kurang /tidak jelas berkenaan design , maka MK/Kontraktor harus mengajukan RFI (Request For Information) kepada Konsultan Perencana sebagai pihak yg berwenang dalam urusan perencanaan.
Walaupun misal kebetulan MK /Kontraktor tahu / bisa jawaban atau solusinya, maka mereka sama sekali tdk berwenang utk ambil keputusan sendiri.

Dilain pihak, kalau menyangkut masalah pelaksanaan, construction method, test untuk memastikan mutu merupakan wewenang MK bersama Kontraktor.

Jadi saat Ijin Cor janganlah MK meminta Konsultan Perencana untuk ikut tandatangan… (!)
Bah macam mana pulak itu…?

Masih ada bbrp topik/ hal yg bisa dibahas disini… namun khawatir jadi bukan tulisan pendek lagi.

Jadi sementara disudahi disini saja dulu…
Kalau kata Denny Siregar, mau menyeruput dulu kopi enak Gayo yg disajikan lewat gaya Vietnam Coffee.

Facebook Comments
Annin Hudaya Stadin

Author: Annin Hudaya Stadin

Profesional:
General Management, Structural Engineering dan Foundation (engineering
Director/Sr.Structural Eng.,Trisakti Univ.(S1)&Univ.of Ind./Ecole Central de Lyon, France(S2/Master)
Tulisan bersumber dari laman Facebook :
http://facebook.com/annin.hudaya