Menyewakan Rumah

Menyewakan Rumah

Seputar tips dan permasalahannya.

  • Memahami Kebutuhan Penyewa Anda
  • Menentukan Harga Sewa Yang Tepat
  • Menentukan Jangka Waktu Sewa
  • Mengadakan Open House
  • Uang Jaminan

Kesulitan dalam mempersiapkan rumah agar menarik penyewa adalah karena setiap penyewa memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda.

  • Penyewa yang merupakan anak sekolah/mahasiswa biasanya akan lebih memilih untuk tinggal di dekat sekolah/universitas mereka
  • Penyewa yang mengutamakan kedekatan dengan kantor tempat bekerja
  • Penyewa yang berupa keluarga dengan anak kecil tentunya akan lebih menyukai lingkungan yang dilengkapi dengan arena bermain, taman dan fasilitas lain yang menunjang perkembangan anak-anak mereka.

KPR

Memahami Kebutuhan Penyewa Anda

Membuat calon penyewa merasa betah sangatlah penting. Mereka harus mampu membayangkan hidup mereka di sana.

Pengecatan ulang. Warna-warna netral mungkin akan lebih baik dan fleksibel, karena anda mungkin tidak mengetahui selera calon penyewa.

Persiapkan diri anda untuk menjawab banyak pertanyaan. Penyewa mungkin akan menanyakan berbagai pertanyaan, dari mulai transportasi umum di dekat properti, sekolah-sekolah di area tersebut, sampai bagaimana cara menggunakan alat dapur, listrik, pompa dan lainnya.

Fleksibel dengan kunjungan.

Penyewa yang tertarik mungkin akan meminta izin untuk melakukan kunjungan di waktu-waktu yang tidak nyaman untuk anda. Untuk itu, upayakan agar anda tidak mengecewakan penyewa dan coba untuk kompromikan waktu yang tepat untuk berkunjung.

Calon penyewa mungkin akan melakukan beberapa kunjungan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan suasana lingkungan tempat tinggal anda, atau juga karena calon penyewa bimbang karena ada pilihan properti lain sehingga perlu melakukan kunjungan ulang.

Menentukan Harga Sewa Yang Tepat

Untuk pemilik, menentukan harga sewa yang tepat mungkin sama susahnya dengan menemukan penyewa yang tepat. Namun, ada pedoman dasar yang dapat anda ikuti untuk membantu anda dalam proses ini.

Lihat properti sewaan yang mirip
Lakukan riset tentang harga sewa properti yang mirip dengan milik anda. Cari kalau bisa sampai tiga pembanding.

Pertimbangkan biaya anda.
Jika anda telah menghabiskan banyak biayarenovasi yang telah Anda keluarkan.

Buat daftar fasilitas yang ada di properti anda.
Dengan membuat daftar, anda dapat lebih mengetahui apa yang anda tawarkan kepada penyewa, sehingga anda dapat mengira harga sewa yang sesuai setelah mempertimbangkan fasilitas-fasilitas tersebut. Fasilitas ini contohnya lemari dapur, alat-alat elektronik, system penghangat air, pendingin ruangan, dan lain-lain.

Nilai lingkungan sekitar.
Anda harus mempertimbangkan pro dan kontra dari lingkungan tempat tinggal anda. Jika properti anda berada di dekat terminal atau pusat transportasi, anda juga boleh memasukkan faktor ini dalam menentukan harga sewa properti anda.

Anda juga perlu mempertimbangkan hal-hal yang tadinya anda anggap sepele, misalnya tentang kebisingan jalan raya, atau apakah tetangga-tetangga akan bersikap ramah kepada penyewa. Penyewa mungkin akan ingin membahas ini dengan pemilik properti.

Menentukan Jangka Waktu Sewa

Poin bahasan ini lebih kearah si penyewa rumah, tapi bisa dijadikan bahan referensi tambahan untuk si pemilik rumah.
Berapa lama Anda ingin menyewa sebuah properti? Ada kalanya Anda kesulitan menjawab pertanyaan ini. Kesulitan itu datang dari jenis pekerjaan Anda, kepastian waktu mendapatkan rumah baru, atau proses renovasi rumah.

Dalam menentukan jangka sewa, Anda harus kembali ke alasan awal Anda menyewa properti.

Jika alasan anda adalah sedang menunggu selesainya renovasi rumah Anda, sesuaikan jadwal renovasi dengan jangka sewa anda.

Jangan berikan terlalu banyak “waktu cadangan” atau buffer time, karena ini akan mengurangi motivasi Anda dalam menyelesaikan proses renovasi.

Namun, tetap berikan waktu cadangan agar Anda tetap punya tempat tinggal ketika proses renovasi tertunda karena faktor tak terduga.

Satu hal yang perlu diingat: Semakin lama waktu yang diperlukan untuk renovasi, biaya yang dikeluarkan mungkin akan semakin besar.

Jika alasan anda adalah sebagai tempat tinggal sementara sebelum Anda mendapatkan rumah baru, maka lebih baik jika Anda memilih jangka sewa bulanan daripada tahunan.

Jangka sewa bulanan akan memberikan Anda motivasi untuk cepat mencari rumah baru.

Kalau Anda menetap di luar kota untuk sementara waktu, Anda bisa memilih jangka waktu sewa tahunan yang lebih murah daripada sewa bulanan.

Kelebihan lainnya adalah keleluasaan yang diberikan oleh pemilik rumah.

Ketika Anda sudah mengetahui tujuan anda menyewa properti, Anda dapat memutuskan jangka sewa yang sesuai.

Jangan hanya biaya yang dipertimbangkan, namun juga kenyamanan, kepastian, dan tentunya kepentingan-kepentingan lain yang perlu Anda capai.

Mengadakan Open House

Pilihlah waktu yang tepat. Biasanya, open house dilakukan di akhir pekan, di luar hari kerja. Namun, jika klien hanya dapat berkunjung di hari kerja, coba atur waktunya agar tercapai kompromi.

Rapihkan atau renovasi rumah dan pastikan keadaannya baik. Jaga agar kondisi properti baik dan patut dipertunjukkan.
Batasi durasi open house. Walaupun Anda tidak ingin menekan calon pembeli, berikan batasan waktu jika Anda menerima lebih dari 1 calon pembeli di hari yang sama. Beritahu calon pembeli, bahwa pesaing nya ingin berkunjung di hari yang sama. Boleh saja, ini dapat mendorong mereka untuk membuat keputusan yang lebih cepat.

Berikan ruang gerak. Ketika menemani calon pembeli ketika open house, pastikan Anda memberikan cukup ruang agar mereka merasa nyaman menginspeksi rumah  dan tidak merasa terus-menerus dibuntuti.

Posisikan Anda dengan baik. Jika ditanya alasan Anda menjual properti, jangan berikan impresi kalau Anda diburu waktu, dalam keadaan terpaksa, atau karena kondisi rumah tidak baik. Ini semua akan membuat posisi Anda lemah ketika merundingkan harga. Yang dapat Anda katakan kepada mereka adalah “Sedang mencari rumah lain”.

Trik Bertanya. Biasanya, pihak yang lebih banyak bertanya, lebih dapat mengontrol situasi. Namun, dalam situasi Open House, ada trik-trik tertentu agar pertanyaan-pertanyaan Anda tidak terkesan interogatif. Selingi pertanyaan properti Anda dengan topik-topik ringan. Mulai dengan pertanyaan yang lebih mudah, berlanjut ke topik yang lebih serius. Dengarkan respon mereka. Amati dan perhatikan ketika menjalani percakapan dengan mereka. Jika Anda dapat melakukan ini dengan baik, maka hubungan yang baik akan terjalin dan Anda tetap mendapatkan informasi yang diinginkan.

Jangan membicarakan hal-hal yang negatif tentang agen atau agensi real estate mereka.Jika calon pembeli mengatakan mereka menyewa agen tertentu atau agensi tertentu, jangan berikan komentar yang negatif tentang hal tersebut. Kunci dari komunikasi ini adalah menemukan kesamaan, dan selanjutnya kesepakatan, dan menghilangkan faktor-faktor yang dapat meruncingkan perbedaan

Jangan pernah menegosiasikan harga secara verbal. Terakhir, adalah tips yang terpenting. Calon pembeli Anda mencoba mencari tahu kisaran harga jual properti Anda, dan akan mencoba menegosiasikan harga tersebut agar sesuai dengan keinginan mereka. Hindari ini. Pastikan semua perundingan harga dilakukan secara tertulis agar runtutannya tercatat dengan baik. Jika hanya melakukan tawar-menawar secara verbal, ada kemungkinan terjadinya salah paham, salah ucap yang dapat mendatangkan masalah. Oleh sebab itu, semua negosiasi harga, sebaiknya dilakukan secara tertulis.

Uang Jaminan

Dan yang terakhir adalah kejelian kita menilai gaya hidup atau lebih tepatnya, apakah calon penyewa adalah keluarga yang bersih, rapih atau telaten merawat rumah. Karena berdasarkan pengalaman saya dan istri menyewakan rumah, kita akan lebih banyak mengeluarkan biaya renovasi bila penyewa terakhir banyak membuat kerusakan di beberapa bagian rumah. Disinilah perlunya uang jaminan.

Besarnya uang jaminan bisa Anda perhitungkan dan sepakati bersama dengan si penyewa rumah. Dengan perjanjian, jika rumah nantinya setelah masa sewa habis masih dalam keadaan terawat, uang jaminan tersebut akan kita kembalikan. Sebaliknya bila rumah ditinggal dalam keadaan rusak cukup parah, maka uang jaminan menjadi si pemilik rumah.

Demikian sharing arsdesain.com mengenai ‘menyewakan rumah’ yang bersumber dari rumah.com

Semoga bermanfaat. 😀

Haries

Penulis: Haries

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."