Pembuangan Akhir

Gawat, 50% Lebih Kabupaten di Indonesia Belum Miliki TPA!

Dari 542 kota / kabupaten di Indonesia, baru 207 kota/kabupaten yang memiliki tempat pembuangan akhir (TPA).

Padahal prediksi Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan, jumlah produksi sampah di seluruh nusantara pada 2025 mendatang akan menjadi 130 ribu ton.

Nugroho Tri Utomo, Ketua 1 Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) mengatakan, penanganan sampah yang buruk akan berdampak pada masalah kesehatan seluruh bangsa.

“Kerja sama menangani sampah harusnya dilakukan oleh pemerintah daerah, pihak swasta, komunitas, dan juga seluruh masyarakat,” kata Nugroho.

Nugroho, yang juga menjabat Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas mengatakan, sebenarnya target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 menargetkan 80% sampah di perkotaan dapat dikelola dengan baik.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statitik (BPS) menyatakan bahwa, hingga 2013, sampah yang dikelola melalui pengomposan baru 0,9% dan yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) baru mencapai 24,9%.

Sementara itu, dari 542 kota/kabupaten di Indonesia, baru 207 kota/kabupaten yang memiliki TPA.

Ditambah lagi, Berdasarkan Data Kementerian Lingkungan Hidup, dengan perkiraan jumlah penduduk yang bertambah pada 2025 mendatang menjadi 270 juta jiwa, jumlah produksi sampah akan menjadi 130 ribu ton perhari.

“Jumlah tersebut sebenarnya dapat menjadi potensi besar bila dimanfaatkan sebagai bahan daur ulang, namun sangat disayangkan kenyataannya hingga kini sampah masih menjadi sumber penyebab polusi,” pungkasnya.

Im Suryani
Penulis adalah reporter Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: imsuryani@rumah.com atau melalui Twitter: @ngingims

Facebook Comments
Info

Author: Info

Artikel dari berbagai sumber, bekerjasama dengan @AntoSeorang, @ngingims (rumah.com) dan Indo ArchitectsPlus. Mari berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan melakukan Register di arsdesain.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.