Pencahayaan Kamar Tidur

Tips Pencahayaan di Kamar Tidur

Artikel Arsitektur – Umumnya, pencahayaan atau penempatan lampu menjadi hal terakhir yang dipertimbangkan saat mendesain sebuah kamar tidur. Padahal, kesalahan dalam pencahayaan ruangan bisa membuat ketidaknyamanan.

Kepada Rumah.com, Astrid Ramli,Consumer Marketing Manager PT Philips Indonesia menjelaskan:

“Sebelum mendesain ruangan, sebaiknya lighting harus diperhatikan terlebih dahulu agar istirahat bisa lebih nyaman.”

Dia pun membagi beberapa tips pencahayaan kamar tidur yang dapat Anda terapkan di rumah:

Jangan Hanya Satu Lampu

Seringkali saat merancang kamar tidur, lampu hanya dibuat satu di langit-langit bagian tengah. Hal ini sebuah kesalahan.

“Lampu yang berada tepat di atas akan mengganggu saat Anda beristirahat.”

Buatlah beberapa titik lampu, seperti di dinding atau membuat cove lighting.

Cove lighting merupakan pencahayaan tak langsung, dimana lampu diletakkan di drop ceiling. Pencahayaan ini kerap dipakai di kamar tidur karena tak menyilaukan mata.

“Dengan  teknologi lampu LED saat ini, cove lighting bisa dibuat dengan LED strip (lampu yang berbentuk seperti selang panjang-red).”

Untuk pencahayaan langsung bisa didapatkan dari downlight di sisi atau pojok ruangan.

Bisa juga menambah bed side lamp yang diletakkan di atas meja nakas di kanan-kiri tempat tidur.

Warna Lampu

Ada dua warna lampu TL dan LED yang beredar di pasaran, yakni putih dan kuning. Menurut Astrid, warna kuning lebih baik dipakai di kamar tidur, karena lebih nyaman di mata.

Penataan Kabel

Penataan dan penempatan kabel (cabeling) dalam ruangan juga harus diperhatikan. Sebaiknya kabel jangan dibiarkan melintang di lantai atau di dinding, karena selain berisiko tersangkut, juga kurang elok dipandang mata.

Anto Erawan

Penulis: Anto Erawan

arsdesain.com sharing Artikel Anto Erawan. Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang