Rumah Gratis

Komitmen Apersi Bagikan 1000 Rumah Gratis

Artikel Arsitektur – Alokasi anggaran subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pemerintah pada 2015 mendatang sebesar Rp5,1 triliun dinilai masih belum memadai untuk mengatasi kekurangan pasokan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

“Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) memastikan bahwa program pembagian 1000 rumah gratis bagi masyarakat kurang mampu yang mereka gagas terus berjalan.”

Apersi sudah memulai program ini secara regular sejak November 2014 lalu.

artikel arsitektur_Komitmen Apersi Bagikan 1000 Rumah Gratis

Setiap bulannya, Apersi menyiapkan empat unit rumah gratis bagi masyarakat tidak mampu. Untuk program awal pembagian rumah gratis ini, propinsi Banten menjadipilot project awal.

Ketua DPD APERSI Banten, Sabri Nurdin menjelaskan:

“Program ini membawa pesan moral Apersi dalam mengatasi backlog di Indonesia yang saat ini sudah mencapai angka 15 juta unit.”

“Sebagai pilot project program ini, kami ingin membawa pesan kepada masyarakat bahwa kami juga berkomitmen mengatasi masalah perumahan dan tidak hanya memikirkan bisnis semata. Kami juga mengimbau kepada semua stake holder terkait untuk ikut andil membantu program ini.” 

Wakil Ketua DPP Apersi Ilen Budhyarsyah mengatakan:

“Program Apersi ini sejalan dengan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyediakan satu juta unit rumah tahun ini.”

“Agar program kami tersosialisasi dengan baik, kami menggandeng Trans TV dan Bank BTN.” 

“Apersi juga melakukan seleksi ketat bagi masyarakat yang berhak menerima rumah gratis agar tepat sasaran.”

“Penerima rumah tentu menjadi perhatian kami, karena kami tidak ingin rumah yang diterima itu malah menjadi beban bagi penerimanya di kemudian hari.”

“Meski skema subsidi FLPP sudah cukup baik, namun pemerintah juga harus terus menaikkan plafon subsidi agar MBR merasa negara hadir mengatasi masalah ini.”

“Angka Rp5,1 triliun dalam APBN itu masih belum cukup untuk menstimulasi pasokan rumah bagi MBR. Kami sebagai pengembang yang konsen pada pembangunan rumah subsidi sangat berharap pemerintah akan menaikkan anggaran subsidi, agar tingginya angka kekurangan rumah dapat ditekan. Apalagi kita ketahui setiap tahun angka ini terus bertambah sekitar 300 ribu unit.”

Di samping itu, Ilen juga meminta pemerintah membangun infrastruktur pendukung di kawasan-kawasan rumah MBR, seperti:

  • jalan,
  • listrik, dan
  • infrastruktur pendukung lain.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono menyebutkan alokasi subsidi FLPP selama 2015 sebesar Rp5,1 triliun. Angka tersebut dialokasikan untuk membangun 60.000 rumah bagi MBR di Indonesia.

“Ketika pemerintah telah menyediakan infrastruktur, kami para pengembang tentu merasa terbantu. Jika akses jalan menuju kawasan hunian bagi MBR baik, tentu saja memudahkan bagi masyarakat itu sendiri, dan kegiatan ekonomi MBR di situ juga akan lebih mudah.”

 

Anto Erawan

Penulis: Anto Erawan

arsdesain.com sharing Artikel Anto Erawan. Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang