The 43 sqm Hutong residence for a family of six in Beijing

Small house with a beautiful design and functional.

Artikel Arsitektur – Desain rumah dengan lahan terbatas diprediksi akan menjadi semakin trend. Hal ini tidak lepas bukan hanya mahalnya harga tanah, melainkan juga karena langkanya lahan.

“Menjadi tantangan bagi para arsitek mengatasi semakin terbatasnya lahan dan bertambahnya jumlah penduduk dengan desain rumah kecil yang fungsional dan sehat.”

Kali ini arsdesain menyajikan artikel rumah dengan luas lahan hanya 43 m2, untuk dihuni 6 orang.

Mungkin terdengar  mengada-ada, namun kenyataannya B.L.U.E. Architecture berhasil mewujudkannya.

Dilansir dari laman designboom, dengan memaksimalkan tiap inci ruangan, rumah minimalis ini nyatanya tetap mengindahkan berbagai sarana dan prasarana penunjang.

“Rumah ini memiliki fleksibilitas tinggi. Dinding-dinding dapat digeser sesuai keperluan. Sehingga luas masing-masing ruangan dapat dengan mudah diatur.”

Selain luas lahan yang hanya 43 m3, tantangan lainnya adalah:

  • Bentuk lahan  ‘L shape’ yang dihimpit sebuah gedung berdinding tinggi.
  • Kebutuhan akan cahaya alami. Konsep terbuka dipilih untuk mendapatkan cahaya alami.
  • Interior yang sempit. Perbedaan ketinggian skylight membuat interior lebih lega.

Desain kotak-kotak kayu di bagian sisi untuk menciptakan spot ruang tengah dan ruang makan, serta ruang tidur dan kamar mandi.

Area ruang keluarga dan ruang makan didesain dengan dinding-dinding yang bisa digeser untuk menciptakan ruang tambahan.

Berikut ini kumpulan foto hunian tersebut:

The challenging L-shaped site and compact location, beijing-based firm B.L.U.E architecture studio has managed to sandwich a functional.

The continuous open space encourages opportunities for communication between family members.

Wooden boxes have been inserted on one side to function as a livingroom, dining room, bedroom, study and WC.

The upper level serves as the children’s bedroom and play area.
The architects have maximized space to ensure each individual has an independent living space.

Netting and grass-like rugs have been placed to soften the children’s space.

The living and dining area can fold out and be pushed back to accommodate more people.

Sumber: designboom

Facebook Comments
Haries

Author: Haries

Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia.
Haries adalah pemerhati perkembangan arsitektur dan desain.
“Mari register untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.”
arsdesain.com. adalah sebuah Situs yang menjadi sumber referensi bersama sepurtar arsitektur dan desain.