Cari tahu liburan berkualitas untuk anak anda

Liburan untuk anak tidak harus melulu ke Mall. Cari tahu liburan berkualitas untuk anak anda.

Artikel Arsitektur. Warga Jakarta dewasa ini sepertinya sudah lazim berlibur akhir pekan di Mall. Harus diakui memang Mall berkembang menjadi destinasi sebagian besar warga kota menghabiskan waktu bersama keluarga. Dengan menawarkan konsep one stop shopping, kita dimanjakan dengan ketersediaan hiburan, pusat perbelanjaan, tempat bermain anak dan lainnya dalam satu kawasan gedung yang kita sebut Mall.

“Artikel ini menawarkan tempat liburan berkualitas untuk anak.”

Menghabiskan liburan atau akhir pekan bersama anak bukan hanya membuat hatinya bahagia, namun juga memperkuat ikatan antar anggota keluarga.

Ayo buat anak tersenyum libur akhir pekan ini dengan mengajaknya pergi ke Museum. “Lho kok ke Museum?”

Anda patut mencobanya, hal tersebut akan menambah wawasan anak ketika berada di suatu lingkungan yang berbeda dan unik. Kawasan Kota Tua memang menyimpan ‘sejuta’ potensi untuk merangsang keingintahuan anak.

“Apalagi jika kita bisa menjadi ‘pemadu wisata’ dengan cerita-cerita historis seperti perjuangan bangsa, VOC, kisah masa lalu, teknologinya dan nilai-nilai estetika budaya di dalam maupun diluar Museum.”

Setidaknya ada lima Museum yang bisa kita kunjungi di KAwasan Kota Tua Jakarta.

1. Museum Sejarah Jakarta / Museum Fatahillah

Tidak diragukan lagi, gedung Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah merupakan ikon utama kawasan kota Tua Jakarta. Gedung yang dulunya merupakan balaikota ini pertama kali didirikan pada tahun 1626 oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen dan dibangun kembali pada tahun 1707 oleh Gubernur Jenderal Joan van Hoorn.

Di masa lalu, gedung seluas 1300 meter persegi ini merupakan pusat pemerintahan VOC sebelum pindah ke kawasan Weltevreden pada masa Hindia Belanda. Koleksi yang dipamerkan di museum ini antara lain replika peninggalan era Tarumanegara dan Pajajaran di Jakarta, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik, keramik, gerabah, prasasti dan patung.

Di bagian bawah museum terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulunya pernah digunakan untuk menawan tokoh-tokoh pejuang Indonesia seperti Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, dan tokoh lainnya.

2. Museum Wayang

Museum Wayang terletak tidak jauh dari Museum Fatahillah dan tadinya merupakan gereja bernama De Oude Hollandsche Kerk. Pada tahun 1732 gedung ini diperbaiki dan diganti namanya menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk. Pada tahun 1975, bangunan ini resmi digunakan sebagai museum wayang yang memamerkan aneka wayang dan boneka dari seluruh dunia.

3. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum ini terletak di seberang Museum Fatahillah dan memajang aneka macam keramik dari seluruh Indonesia dan dunia. Awalnya, bangunan museum ini merupakan Kantor Dewan Kehakiman Kastil Batavia yang dibangun pada tahun 1870 oleh pemerintah Hindia Belanda.

4. Museum Bank Indonesia

Bangunan Museum ini dulunya adalah sebuah bangunan rumah sakit bernama Binnen Hospital. Dalam perjalanannya, bangunan ruma sakit dialihfungsikan sebagai sebuah bank yang bernama De Javasche Bank pada tahun 1828. Di masa Indonesia baru merdeka, pusat pengendalian ekonomi dan moneter dilakukan di gedung ini. Beroperasi sebagai bank sentral di bangunan museum, tahun 1962 kantor Bank Indonesia pindah ke lokasi dan bangunan yang baru. Selain belajar tentang sejarah perekonomian Indonesia, jangan lupa juga menjelajahi gedung tua yang cantik ini.

5. Museum Bank Mandiri

Nah kalau Museum Bank Indonesia punya berbagai koleksi mengenai perkembangan perekonomian Indonesia, ada pula Museum Bank Mandiri yang letaknya bersebelahan dengan Museum Bank Indonesia. Di Museum ini kita akan melihat-lihat koleksi uang yang pernah beredar di Indonesia dari jaman penjajahan hingga sekarang.

6. Seluruh Kawasan Kota Tua dengan semua jalan, pedestrian, jalan-jalan dan gedung-gedung tua juga merupakan ‘Museum’ yang sarat dengan nilai sejarah, estetika dan arsitektur yang sangat sayang untuk kita lewatkan.

Bagaimana setelah membaca artikel ini? Menarik bukan mengunjungi tempat wisata dibandingkan melulu ke Mall? Ayo Cari tahu liburan berkualitas untuk anak anda. Selamat berlibur akhir pekan.

Salam Arsitektur.

Facebook Comments

Haries

Author: Haries

Haries has been in developer and designer for more than 18 years. Apart from web designing, He love all things having to do with writing and reading. Founder arsdesain.com, referensi bersama sepurtar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."