Cintailah Pekerjaan Anda

Cintailah Pekerjaan Anda

“Love your job but don’t love the company you work for, because you may not know when your company stops loving you”.

Apakabar, semoga kita mendapat kesuksesan, kebaikan-kebaikan dalam kesehatan.

Bagi saya dan teman-teman yang bekerja sebagai karyawan, ataupun sebagai bisnis owner, marilah mencintai pekerjaan. Apapun profesi saat ini.

Mencintai pekerjaan memang sulit bagi sebagian orang, apalagi bila pekerjaan yang jkita hadapi sehari-hari tidak sesuai dengan keahlian ataupun gairah (Passion) kita.

Banyak manfaat yang akan kita raih dengan mencintai pekerjaan. Misalnya:

  • Anda akan lebih bahagia,
  • lebih produktif, dan
  • lebih positif dalam berpikir.

Sementara mereka yang membenci pekerjaannya, para ahli menyatakan kalau orang-orang tersebut akan mudah stres.

Dalam konteks profesi, apapun keahlian Anda, mencintai pekerjaan adalah langkah penting untuk membangun bisnis Anda sendiri.

Misalkan, Anda saat ini bekerja di perusahaan biro Arsitektur, cintailah profesi sebagai Arsitek dengan bekerja sungguh-sungguh. Orientasi Anda nantinya akan memiliki biro Arsitek sendiri. Kalaupun cita-cita tersebut masih belum terwujud, saya yakindengan sendirinya Anda akan menjadi seorang Arsitek yang lebih handal dan berpengalaman.

Kendala yang sering dihadapi adalah, bila kantor dimana Anda bekerja:

  • Tidak bisa lagi mengembangkan potensi yang Anda miliki,
  • Tidak melihat potensi yang Anda miliki
  • Karir Anda stagnan
  • Perusahaan lebih memilih rekrut karyawan baru untuk jabatan level managerial, yang sesungguhnya Anda sudah mampu naik ke Level tersebut.

Bagi Anda yang berkesempatan bekerja di perusahaan yang tepat dan profesional menunjang karir profesi Anda, saya ucapkan selamat dan semoga semakin sukses.

Bagi yang mendapat pengalaman saat ini masih bekerja di perusahaan dengan karir stagnan dan potensi Anda yang sesungguhnya tidak terlihat ataupun disadari perusahaan, tenang dan ambil hikmah dan cari solusi untuk karir Anda (dengan profesi yang Anda cintai ) Anda bisa mengembangkan potensi dengan menjadi Freelancer. Ya…pekerjaan paruh waktu.

Banyak sharing dengan teman-teman seprofesi, ternyata banyak yang sukses dengan pekerjaan Freelance.

Tentunya pekerjaan Freelance jangan sampai mengganggu pekerjaan utama kita.

Pengalaman saya sebagai Arsitek dan Interior designer, menunjukkan bahwa kita harus dan mau tidak mau akan menerima pekerjaan Freelance. Karena profesi Arsitek ada kemiripan dengan seorang dokter.

Profesi Arsitek ada kemiripan dengan seorang dokter…???

Ya, benar sekali. Bedanya adalah ‘customer’ yang dihadapi. Klien dan pasien. Kalau jaman dahulu kala, bila ada orang sakit, walaupun dibalik gunung pun si Tabib (dokter) pada saat itu, akan segera datang untuk penyembuhan. Begitu juga seorang Arsitek, bila ada yang meminta membuatkan suatu lingkungan binaan, baik berupa rumah tinggal ataupun interior, wajib hukumnya kita carikan solusinya.

Seperti halnya dokter, keahlian Arsitek menyelesaikan masalah dengan design yang tepat, akan tersebar dari ‘mulut-kemulut’. Dan, perusahaan juga harusnya bangga memiliki karyawan Arsitek yang memiliki reputasi baik di masyarakat.

Dengan bekerja sebagai Freelance Architect, Anda akan dapat membuktikan minimal kepada diri anda sendiri dan mungkin kepada perusahaan Anda bekerja bahwa Anda memiliki potensi yang ternyata tidak diketahui sebelumnya.

Apapun profesi Anda, bekerja sebagai Freelancer banyak sisi positifnya. Dengan catatan tetap profesional utamakan pekerjaan Kantor sebagai skala prioritas nomer satu   😀

Seiring keahlian Anda meningkat dari efek mencintai pekerjaan Anda, karir Anda akan melesat. Apapun pilihan Anda, tetap sebagai Karyawan atau memulai usaha Anda sendiri.

Berikut saya sharing kata-kata bijak dari Dr. APJ. Abdul Kalam, semoga dapat menambah wawasan berpikir kita:

Love your job 

but don’t love your company, 
because you may not know 
when your company 

stops loving you.

– Dr. APJ Abdul Kalam

ALWAYS LEAVE OFFICE ON TIME

  1. Work is a never-ending process. It can never be completed.
  2. Interest of a client is important, so is your family.
  3. If you fall in your life, neither your boss nor client will offer you a helping hand; your family and friends will.
  4. Life is not only about work, office and client. There is more to life.
  5. You need time to socialize, entertain, relax and exercise. Don’t let life be meaningless.
  6. A person who stays late at the office is not a hardworking person. Instead he/she is a fool who does not know how to manage work within the stipulated time. He/She is inefficient and incompetent in his work.
  7. You did not study hard and struggle in life to become a machine.
  8. If your boss forces you to work late, he/she may be ineffective and have a meaningless life too; so forward this to him/her.

Leaving Office on Time:

Efficient

Good Social Life

Quality Family Life

Leaving Office Late:

Inefficient & Incompetent

No Social Life

Less Family Life

 

 

 

 

 

 

 

Haries mulai Oktober 2022 ini berkomitmen untuk mulai kembali menulis artikel. Spontan langsung via ponsel. Mengembalikan gairah 'ngeblog'. Bahasa yang digunakan seperti saat 'ngetik' di WhatsApp, jadi tidak EYD, apa adanya. Kritik dan saran amat sangat berarti untuk arsdesain.com

You May Also Like