Flat Earth Society Sebuah Fakta Baru Atau Hoax?

Kajian bahwa Bumi datar adalah sesuatu yang mencenggangkan. Apa kaitannya dengan dunia Arsitektur? Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax?

Kalau kita amati fenomena kajian Flat Earth Society tentang Bumi datar di internet dan berbagai media social, sebagian kita bisa dipastikan akan mengeryitkan alis berulang-ulang saat menelaah informasi tersebut.

BACA JUGA :

Rumah Minimalis Futuristik

Rumah Minimalis Lahan Sempit Yang Efisien

Rumah Minimalis Lahan Sempit Persegi Empat

Rumah Minimalis Yang Terbuka

Rumah Panggung Kekinian Penghobi Tanaman

Rumah Minimalis Lahan Sempi Memanjang

Rumah Minimalis Beton Bersilangan

Rumah Minimalis Bentuk Piramid

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax?

Bagaimana tidak kita akan bereaksi spontan menolak berita tersebut karena sedari kecil sudah terbenam di alam bawah sadar bawa Bumi bulat dengan sistem Tata Surya dan Galaxy yang melingkupi semua Planet-planet. Dan Bumi adalah salah satu Planet tersebut.

Belum lagi fakta terkini teknologi Satelit dan bukti foto-foto satelit yang mengukuhkan teori yang kita dapat selama ini tentang Bumi bulat menjadi bukti yang kuat.

“Namun, coba teman-teman cari informasi tentang Bumi datar di internet. Googling dan searching di YouTube.”

Mungkin akan ada diantara kita mulai goyah pemikirannya. Sebagian lagi bahkan ada yang langsung menyimpulkan bahwa ternyata Bumi kita datar.

Lepas dari kontroversi Bumi bulat atau datar, hal ini adalah bukti bahwa betapa terbatasnya kemampuan manusia. Maksud saya, disamping kehebatan otak kita yang bisa membayangkan persepsi Bumi bulat dengan teori-teorinya, otak manusia bisa menerima adanya kemungkinan Bumi datar.

Ini menunjukkan otak manusia begitu canggihnya mengolah data dan mempelajari alam dimana manusia tinggal. Bukti akan menjadi kuat bila indera-indera manusia yang lainnya menyaksikan secara langsung. Bila masih sebatas hanya informasi, bahkan pemikiran pengamatan keilmuan sekalipun akan terpatahkan dengan cara langsung melihat. (Bukan kata teori ini, kata ilmuwan ini).

“Karena keterbatasan itulah maka bagi kita yang tidak mempunyai kekuatan, kemampuan untuk membutikan secara langsung Bumi bulat atau datar, maka terima saja salah satu teori tersebut.”

Memang tidak akan ada habisnya jika memperdebatkan pertanyaan Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax?

Tanpa pembuktian ilmiah.

Banyak yang mencemooh orang yang percaya teori Bumi datar adalah orang-orang dungu, gagap imtek, terbelakang, asal-asalan, bahkan cenderung memakai kata-kata kasar. Itu semua dilakukan karena keyakinan yang kuat bahwa Bumi bulat.

Padahal, kalau kita lihat nara sumber dan orang-orang yang ada di Flat Earth Society, adalah para ilmuwan dan para ahli dari berbagai bidang.

Berbagai Analisa dan Percobaan untuk Pembuktian Flat Earth

Berikut ini berbagai analisa tentang jawaban Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax?

1. Horizon Bumi Datar Tidak Melengkung.

Flat Earth Society sudah terbang setinggi mungkin untuk melihat bumi itu melengkung atau tidak? bulat atau datar.

Klaim Flat Earth Society: 

“Kami sudah terbang setinggi NASA dan bumi masih saja datar.”

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 01

2. Satelit adalah Ilusi, Internet Terhubung Melalui Kabel Bukan Satelit.

Anda pastinya pernah kehilangan sinyal ponsel di beberapa daerah terpencil, ataupun di lantai tinggi sebuah gedung padahal jika dilantai dasar sinyal kuat.

Menurut Flat Earth Society, satelit adalah kebohongan NASA untuk alasan keuntungan finansial. Faktanya, siaran TV, internet, telpon terhubung menggunakan jaringan kabel bawah laut dan 7 menara utama di dunia.

Menurut faham flatearth, Kalau sinyal menggunakan satellite, maka didaerah terpencil tetap kuat, di lantai lebih tinggi makin kuat. Faktanya sinyal hanyalah mengandalkan menara-menara BTS dan cabling system.

Berikut ini peta jalur kabel data internet di bawah laut.

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 02

Dan untuk diketahui, saat ini dunia mengakui bahwa kecepatan internet lebih optimal melalui jaringan kabel fiber optik daripada sinyal satelit. Bahkan internet melalui satelit masih sebatas wacana gagasan saja.

Bagaimana dengan cara kerja GoogleMaps atau game populer Pokemon Go? bukankah GPS? Semua itu kerjanya berdasarkan BTS atau tower seluler terdekat dari anda.

Lalu bagaimana dengan Satelit BRI yang baru saja diluncurkan? Data BRI terhubung melalui BTS terdekat lalu tersambung ke melalui kabel-kabel bawah laut. Terus bohong dong satelit BRI itu? disitulah inti bisnisnya. Amerika mengeruk jutaan dollar dari ilusi satelit.

3. Bandingkan pesawat dan Satelit

Flat Earth Society meminta kita membandingkan bentuk pesawat dan satelit. Satelit BRI bisa ngebut sampai 23 kecepatan suara, tapi kok bentuknya sangat tidak aero dinamis?  tidak seperti jet tempur HTV-3 pesawat tercepat saat ini.

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 03

Yang bikin bingung, spek mesinya satelit berapa DK ya? Kok gak berasap ya?

4. Coba Deh Cek Jalur Penerbangan Ini.

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 04

Oktober 2015, penerbangan Chine Airlines rute Bali – Los Angeles, Amerika Serikat. Ada  seorang wanita melahirkan pada ketinggian 30.000 kaki atau 9,2 KM. Pesawat terpaksa mendarat darurat di Alaska. Sangat mengherankan, bukan? Dari Bali ke LA, lewat Alaska? Jika dilihat dengan peta bumi datar, hal tersebut sangat masuk akal.

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 05

5. Catatan Perjalanan Captain CookCook
Capt. James Cook menjelajahi Antartika selama 3 tahun 8 hari. Ia hanya menemukan tembok es, tak ada jalan masuk. Selama 3 tahun 8 hari itu, tercatat Ia menjelajahi kurang lebih sejauh 60.000 KM tembok es Antartika.

Menurut peta globe, Antartika yang disebut benua ini memiliki keliling 19.300 KM. Padahal Capt. Cook menjelajahi panjang es Antartika sepanjang 60.000 KM (sekali putar).

Berikut ini rute perjalanan Captain Cook jika digambar dengan peta bumi bulat

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 06

Tapi menurut Flat Earth Society justru captain cook sedang mengelilingi dinding bumi

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 07

6. Bumi Memiliki Kubah Langit Yang Tak Bisa Ditembus

Semua berita perjalanan antariksa selama ini adalah hoax, menurut data Flat Earth Society, Bumi memiliki kubah langit yang tidak bisa ditembus oleh benda apapun. Termasuk roket? ya. Dokumen NATO dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka pernah bereksperimen mencoba menghancurkan kubah langit ini dengan bom atom.

Disinyalir percobaan-percobaan Nuklir Korea Utara yang membuat Amerika dan sekutunya meradang, ada kaitannya dengan masalah ini.

7. Permukaan Laut Ternyata Datar.

Selama ini kita dikenalkan bahwa bumi berbentuk bulat bola dan permukaan lautnya melengkung. Sebagaimana ilustrasi gambar di bawah ini. Dimana makin jauh kita pergi dari tepi pantai maka kita akan makin tak terlihat karena termakan lengkungan bumi.

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 08

Flat Earth Society mencoba  membuktikanya, apakah benar permukaan laut itu melengkung?

Ternyata sama sekali tidak melengkung. Pernah dilakukan percobaan dengan menggunakan sinar laser. Diketahui bahwa sinar laser dapat menempuh jarak sampai 20 KM. Percobaan dilakukan pada jarak 4 miles atau 6,4 KM. Berdasarkan data lengkungan bumi, seharusnya pada jarak 6,4 KM, buminya lengkung 3,2 meter. Maka, dipancarkanlah sinar laser sejauh 6,4 KM. Seharusnya, sinar laser tersebut melenceng sejauh 3,2 meter karena lengkungan bumi, namun ternyata tidak.

8. Jika menggunakan teori jarak antar planet NASA, maka gerhana gak bisa diprediksi

Menurut Flat Earth Society, Matahari dan bulan ukuranya lebih kecil dari bumi. Jaraknya pun sangat dekat dengan Bumi, tidak sampai ratusan juga kilometer sebagaimana Klaim NASA. Flatter mendasarkan teorinya ini pada perhitungan “Siklus Saros” yaitu teori astronomi yang dibuat bangsa Babilonia.

Siklus Saros dibuat berdasarkan perhitungan Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi, dalam siklus ini Gerhana pasti terjadi setiap 18 tahun 11 hari dan 8 jam. Ukuran Matahari dan Bulan sama, diameter 51km dan jaraknya hanya 4000KM dari permukaan bumi.

Kali ini kita bahas bahwa gak mungkin akan terjadi gerhana jika bumi bulat dan menggunakan ukuran jarak antar planet milik NASA.

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 10

Menurut Flatter, Ilmuwan NASA tidak bodoh sehingga tidak bisa menghitung Gerhana dan Matahari jika menggunakan asumsi bumi bulat dan jarak yang mereka miliki. Tapi mereka tahu bahwa asumsi teorinya sudah salah makanya menggunakan Siklus Saros saja biar mudah.

Asumsi dasar NASA tentang perhitungan jarak Matahari, Bulan dan Bumi. NASA menggunakan teori Aristarchus of Samos untuk menghitung jarak Matahari dan Bulan dari Bumi. Aristarchus yang hidup 310 SM – 210 SM, menghitung jarak bulan sewaktu terjadi gerhana bulan dengan rumus Trigonometri dengan asumsi bahwa gerhana terjadi akibat bulan masuk dalam bayang bayang Bumi. Dengan menggunakan perhitungan Aristarchus, maka di dapat angka-angka ukuran dan jarak yang seperti dibawah ini

Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax 12

Lalu kenapa NASA masih menggunakan siklus Saros? karena jika menggunakan angka-angka di atas yang namanya gerhana tidak akan bisa diprediksi.

9. Punya kenalan Pilot?

Coba deh tanya, map yang digunakan untuk penerbangan. Pakai peta Bumi bulat atau datar? Menurut kaum Flat Earth Society, pasti jawabannya peta Bumi datar, karena tidak mungkin menggunakan peta Bumi bulat dalam menentukan real jarak dari satu titik ke titik lainnya (yang jauh) dalam sebuah perjalanan pesawat terbang.

Nah, menarik disimak perkembangan Flat Earth Society dalam membuktikan teorinya lebih valid lagi.

Adakah kaitannya dengan dunia Arsitektur?

Dalam dunia arsitektur juga akan menjadi menarik. Tentang Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax?

Dalam merencanakan lingkungan binaan, pengetahuan mengenai Bumi dan segala isinya adalah hal yang wajib diketahui, baik itu ipolesosbudhankam disuatu tempat, sejarah dan infirmasi keilmuan yang sedang berjalan. Apalagi para Arsitek adalah manusia kreatif dengan daya imaginasi ‘liar’ (dalam artian positif). Bila saja Bumi datar adalah benar dan ada benua lain dibalik dinding kutub Selatan, tentunya ada kehidupan dan mungkin kebudayaan didalamnya. Akan ada teori-teori arsitektur baru yang akan digali di benua baru tersebut. Tapi itu semua kan kalau.. belum ada pembuktian yang valid 😀

Demikian sharing artikel Flat Earth Society sebuah Fakta baru atau Hoax?

Jadi untuk kita yang belum punya kemampuan membuktikan sendiri melihat dari ketinggian bentuk Bumi dan  belum menjelajahi Kutub Selatan, silahkan mempertajam salah satu teori bentuk Bumi tersebut dengan kemampuan otak berdasarkan data dan mempelajari alam kita.

“Bagi saudaraku yang muslim, pelajarin ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah.”

Sumber foto dan data: google & social media.

Haries memulai arsdesain untuk berbagi pengetahuan seputar arsitektur & desain. Selamat datang di arsdesain.com

You May Also Like