Indonesia Convention Exhibition

Indonesia Convention Exhibition

Pelaku bisis pameran dan konvensi dari Jerman, Deusche Messe AG melalui anak perusahaan Hannover Fairs International resmi ditunjuk sebagai operator dari Indonesia Convention Exhibition.

Indonesia Convention Exhibition

Dalam hitungan bulan, Indonesia akan memiliki gedung konvensi terbesar di Asia Tenggara.

Pembangunan Indonesia Convention Exhibition yang berdiri di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, kini sudah mencapai 95 persen dan akan beroperasi secara resmi pada Maret 2015.

Proyek tersebut berada di atas lahan seluas 22 hektar dengan luas bangunan 200 ribu meter persegi.

Nantinya fasilitas yang dimiliki berupa 10 exhibition hall seluas 50 ribu meter persegi juga outdoor exhibition seluas 50 ribu meter persegi.

Selain itu, akan ada juga fasilitas convention hall dan meeting room yang menyediakan 33 ruangan dengan kapasitas 10 ribu orang.

Sarana pendukung juga tersedia in-house food production, F&B outlet, fasilitas parkir untuk 3000 kendaraan, serta 300 kamar hotel bintang tiga.

Bangunan Indonesia Convention and Exhibition (ICE) akan dibangun dengan konsep green building, dilengkapi beragam aspek ramah lingkungan.

Banyak bagian akan bermaterialkan kaca laminasi untuk mendapatkan shading co-efficient rendah yang dapat mengurangi konsumsi listrik untuk sistem pendingin ruangan, insulasi atap agar mengurangi suhu panas sinar Matahari di dalam gedung dan penggunaan lampu hemat energi (LED) untuk semua ruangan.

Penataan lansekap juga akan diisi dengan pepohonan tinggi.

Selain mempercantik lingkungan juga untuk menahan sinar Matahari langsung ke arah bangunan.

Akan ada pula kolam-kolam hias untuk mengurangi temperatur panas udara luar, juga pembuatan sumur-sumur resapan untuk menyimpan air tanah.

Indonesia Convention Exhibition  yang berlokasi di kawasan BSD City Tangerang telah dilengkapi infrastruktur lengkap serta aksesibilitasnya.

Indonesia Convention Exhibition dapat dijangkau melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).

Selain itu, di kawasan ini juga telah tersedia sarana penunjang berupa rumah sakit, golf course & country club, pusat perbelanjaan, restoran, dan hotel berbintang.

Dengan kelengkapan tersebut diharapkan menjadikan Indonesia Convention Exhibition sebagai one-stop destination untuk bisnis maupun wisata.

 

Danny Budiharto, Presiden Direktur PT Indonesia International Expo (IIE) pada siaran pers nya di Jakarta, menyatakan:

“Pembangunan sarana ini dilatarbelakangi dengan makin berkembangmya industri jasa penyelenggaraan pertemuan, insentif, konferensi dan pameran (MICE) serta stabilitas ekonomi yang semakin membaik sehingga Indonesia mulai dilirik pangsa pasar penyelenggara pameran dan konferensi mancanegara.” 

Danny mengungkapkan meningkatnya jumlah pameran, konferensi dan acara skala nasional dan internasional tidak sebanding dengan keberadaan venue dengan kapasitas yang dapat menampung acara kaliber dunia tersebut.

Danny menambahkan: “Dengan total investasi sebesar Rp 3,8 Triliun, kami percaya investasi kami tidak hanya akan bermanfaat bagi kita, tetapi juga kota di mana tempat ini berada dan pertumbuhan bisnis MICE di Indonesia.”

Dua event pertama yang akan digelar di ICE, imbuhnya, adalah konser Avenged Sevenfold dan Michael Buble.

Proyek prestisius ini merupakan hasil kejelian Sinar Mas Land dan Kompas Gramedia menangkap peluang bisnis MICE di Indonesia.

Perkembangan pasar pameran dagang di Indonesia berkembang sangat pesat, khususnya di sektor barang modal dari mekanik dan plant engineering, energi, konstruksi dan pertambangan.

Ibukota Jakarta merupakan kota pameran terkemuka dan menawarkan hubungan perdagangan ke negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Myanmar, Vietnam dan Thailand dan juga Jepang, Australia dan China.

Deutsche Messe telah aktif di Indonesia sejak tahun 1985 dan telah memiliki kantor perwakilan di Indonesia 1987.

Kelompok perusahaan Hannover ini memiliki basis kuat di Asia, dengan 15 kantor di Asia dan anak perusahaan di Cina, India dan Jepang.

Pada tahun 2001 Shanghai International Exposition Centre (SNIEC) diluncurkan dan dikelola oleh perusahaan pameran di Hannover, Düsseldorf dan Munich.

Fasilitas pameran SNIEC merupakan benchmark dan telah menjadi salah satu tempat yang paling banyak dipesan di Asia untuk pameran internasional terkemuka.

Lokasi BSD City sangat cocok untuk membangun ICE. Pasalnya, lahan di Jakarta sudah mahal dan tak ada yang seluas lahan di BSD City ini.

Indonesia Convention Exhibition ini kabarnya dibangun dengan total anggaran sekitar Rp 3 triliun.

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: