Jalan Tol

Jalan Tol di Indonesia akan berambah 700 Kilometer, 2019

Rekan-rekan pembaca arsdesain.com, semakin hari kemacetan semakin ‘menggila’.

Kalau dahulu, kita mengenal istilah adanya jam-jam macet. Jam macet tersebut terjadi pada saat:

  • Jam berangkat Kerja
  • Jam makan siang
  • Jam pulang kerja

Namun sekarang, yang namanya macet nggak kenal’ yang namanya jam macet lagi 😀 tiap jam sekarang bisa terjadi kemacetan.

Bagaimana tidak? Laju produksi kendaraan bermotor semakin pesat dan semakin mudah pula kepemilikan kendaraan bermotor. Hal tersebut tidak diiringi dengan adanya ‘gebrakan’ pemerintah dalam mengatur regulasi dan peraturan kendaraan bermotor dan  berlalu lintas.

“Diperlukan aturan yang mengacu kepada terurainya kemacetan dengan sangsi yang tegas.”

Artikel arsitektur kali ini arsdesain.com sharing tulisan Im Suryani mengenai rencana pemerintah akan menambah ruas jalan Tol.

Walaupun penambahan panjang jalan Tol bukanlah Solusi utama mengatasi kemacetan. Namun adanya Jalan Tol diharapkan lebih mempersingkat waktu berkendara masyarakat Indonesia.

Artikel Arsitektur_Jalan Tol

“Yang perlu dicermati untuk jalan Tol dalam Kota adalah, jangan terlalu banyak titik Exit dan gerbang Tol di dalam Kota. Karena Exit Tol adalah sumber kemacetan.”

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana menambah panjang jalan tol di seluruh Indonesia menjadi 1.562 kilometer dalam lima tahun ke depan. Program ini merupakan salah satu program utama pemerintah.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, saat ini panjang jalan tol yang di Tanah Air baru mencapai 820 kilometer.

Padahal, imbuhnya, kebutuhan total jalan tol di Indonesia mencapai 6.115 kilometer hingga 2025 mendatang.

“Kebutuhan total hingga 2025 mendatang memang mencapai 6.115 kilometer, dan itu diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp723 triliun.

Tapi target untuk 2019 sampai 1.562 kilometer dulu, meski target itu dinilai sebagai target loyo oleh Presiden,” kata Basuki di Bogor, Kamis (27/11).

Menurutnya, kebutuhan tol tersebut untuk jangka panjang hingga tahun 2025 meliputi:

  • Pulau Sumatera sepanjang 2.865 km,
  • Pulau Jawa (2.815 km),
  • Pulau Kalimantan (99 km),
  • Pulau Bali (229 km), serta
  • Pulau Sulawesi.

Selain itu, ada pula Tol Trans Jawa meliputi Merak-Banyuwangi sepanjang 1.187 km, Tol Jabodetabek 530 km, serta Non Trans Jawa dan Non Jabodetabek sepanjang 1.098 km.

Sebagai informasi, saat ini ruas jalan tol yang telah beroperasi antaralain di jaringan jalan tol Pulau Sumatera dengan panjang 43 km, jaringan jalan tol Pulau Jawa sepanjang 749 km, dan jaringan jalan tol Pulau Bali sepanjang 10 km.

Sementara itu, di Kalimantan hingga saat ini belum ada jalan tol yang beroperasi, di Sulawesi mencapai 18 km. Dan jaringan jalan tol Jabodetabek saat ini yang sudah beroperasi mencapai 209 km.

Im Suryani
Penulis adalah reporter Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: imsuryani@rumah.com atau melalui Twitter: @ngingims

Facebook Comments

Info

Author: Info

Artikel dari berbagai sumber, bekerjasama dengan @AntoSeorang, @ngingims (rumah.com) dan Indo ArchitectsPlus. Mari berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan melakukan Register di arsdesain.com