Jokowi Anak tirikan Perumahan Rakyat?

Jokowi Anak tirikan Perumahan Rakyat?

Berita seputar politik, pro kontra, buntut dari Capres tentunya akan terus berjalan dan tidak akan ada hentinya.

arsdesain.com di kesempatan sharing artikel kali ini bukanlah memuat muatan politik, tapi menyoroti imbas keputusan pemerintahan saat ini terhadap sektor perumahan rakyat.

Ya, sektor perumahan rakyat adalah salah satu indikator kesejahteraan suatu negara. (Kebutuhan Papan) Papan~Sandang~Pangan.

Coba, yang sudah memiliki rumah klik kan mouse Anda, dan yang masih belum memiliki rumah diam saja. Bisa jadi kemungkinan lebih banyak yang klik mouse dibandingkan yang hanya diam. 😀

Saya berharap Jokowi pastinya sudah melewati berbagai pertimbangan matang untuk keputusan ini. Jadi pertanyaan:

Jokowi Anak tirikan Perumahan Rakyat? akan segera menemui titik terang kearah yang positif.

Terlepas dari apakah kita pro ‘Merah-Putih’ ataupun ‘Indonesia Hebat”, mari kita simak artikel dari pak Anto Erawan yang menyoroti peenggabungan Kementrian Perumahan Rakyan dan Pekerjaan Umum (PU).

Apakah benar Jokowi Anak tirikan Perumahan Rakyat?

Pengumuman susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK, Ahad (26/10) mengecewakan sebagian pelaku bisnis perumahan. Pasalnya, Jokowi menggabungkan Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum yang dinilai mempunyai perbedaan dalam pelaksanaannya. Hal ini disampaikan Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch.

Ali mengatakan, kondisi ini memperlihatkan bahwa pemerintahan baru tidak mempunyai pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya perumahan rakyat. Menurutnya, pemisahan kementerian perumahan penting, agar penangananan perumahan rakyat dilakukan dengan fokus.

Dia menilai, penggabungan kementerian PU dengan perumahan rakyat dapat membuat program perumahan rakyat tidak berjalan dengan baik. Ada lima hal yang disoroti Ali:

  1. Dengan penggabungan ini, maka span of control dari kementerian menjadi sangat besar dan dikhawatirkan fokus untuk menangani perumahan rakyat menjadi terabaikan.
  2. Menteri yang akan menduduki jabatan ini harusnya tidak hanya berpikir infrastruktur, namun juga perumahan rakyat. Meskipun ada keterkaitan, namun dikhawatirkan tidak ada menteri yang kompeten di PU yang juga memahami perumahan rakyat. Karena berbicara perumahan rakyat dalam konteks public housing akan berbeda dengan pasar perumahan secara umum.
  3. Dasar wawasan pengetahuan dan pengalaman di kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan di Kementerian Perumahan Rakyat berbeda jauh. Bila di PU lebih banyak bersifat konstruksi dan perencanaan termasuk perizinan, di sektor perumahan rakyat sangat terkait banyak hal termasuk masalah pembiayaan terkait subsidi dan FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), pertanahan, sampai sosialisasi program, yang akan sangat berbeda pendekatannya.
  4. Penggabungan ini membuktikan bahwa perumahan rakyat masih dianggap tidak penting, sementara saat ini masalah perumahan rakyat telah amburadul dan menjadi semakin kusut.
  5. Pola pikir yang salah ternyata terus mewarnai pemerintahan baru yang seharusnya memandang perumahan rakyat sebagai indikator kesejahteraan suatu negara. Hal ini akan membuat pasar perumahan komersial akan terus tidak terkendali dan kebutuhan masyarakat terhadap rumah murah tak kunjung selesai.

Badan Pelaksana Perumahan
Dengan diambilnya keputusan ini, tutur Ali, maka pemerintah harus segera membentuk Badan Pelaksana Perumahan seperti yang diamanatkan UU No. 1 Tahun 2011 mengenai Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang sudah tiga tahun tak kunjung terbentuk.

“Badan ini yang akan memberikan fokus terhadap penyelesaian permasalahan perumahan rakyat yang terjadi. Setelah dua kali pemerintahan SBY, masalah perumahan sudah semakin mundur. Dan ternyata janji pemerintah yang baru tidak memperlihatkan sebuah kemajuan dalam perumahan rakyat,” pungkasnya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Haries mulai Oktober 2022 ini berkomitmen untuk mulai kembali menulis artikel. Spontan langsung via ponsel. Mengembalikan gairah 'ngeblog'. Bahasa yang digunakan seperti saat 'ngetik' di WhatsApp, jadi tidak EYD, apa adanya. Kritik dan saran amat sangat berarti untuk arsdesain.com

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.