Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Kini

Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta

Berwisata ke Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta kini semakin menarik. Anda yang sudah lama tidak berkunjung pasti akan terkesima.

Artikel ini akan mengulas dari berbagai sisi seputar Kawasan Kota Tua yang semakin berkelas setelah direvitalisasi.

Revitalisasi masih terus berjalan.  Sampai tulisan ini dibuat, area Hoenderpassarbrug atau yang kita kenal kawasan sekitar Jembatan Kota Intan masih tertutup pagar seng.

Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta mirip Cheonggyecheon di Seoul

Bila menyempatkan datang ke Kali Besar saat ini. Banyak sekali perubahan.

Dilansir dari situs antaranews, Kawasan Kali Besar Kota Tua di desain menyerupai kawasan aliran sungai Han. Dengan dermaga terapung.

Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta mirip Cheonggyecheon di Seoul

Desain lansekap kekinian terlihat serasi dengan bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda yang berjajar di samping sungai.

BACA JUGA :

‘Cara Bego’ Usaha Furniture, mengulas step by step untuk memulainya.

Fahami Hal Mendasar Ini Jika Mau Banyak Pelanggan Setia.

Ide-ide desain rumah minimalis

Ide-ide desain furniture

Kumpulan foto-foto Arsitektur peninggalan masa kolonial di Indonesia

Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Mudah Di Jangkau Transportasi Publik

Banyak alternatif transportasi yang bisa dipilih menuju Kota Tua.

Transportasi publik yang nyaman dan tidak menguras ‘kantong’ tentunya menggunakan Kereta KRL ataupun Bus Transjakarta.

Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Mudah Di Jangkau Transportasi Publik

Halte Transjakarta Kali Besar Barat persis berada di area wisata.

Sehingga lebih mudah menikmati berwisata di kawasan ini.

Panduan Parkir Kendaraan di Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, area ini juga dilengkapi dengan fasilitas parkir kendaraan persis di pinggir Kawasan Kali Besar yang didukung dengan aplikasi parkir.

Kalaupun parkir penuh, ada fasilitas parkir yang luas di jalan Cengkeh dan di area parkir gedung BNI. Namun kedua area parkir tersebut cukup jauh dari lokasi.

Deretan Gedung Tua Bersejarah Lainnya di Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta

Pada masa kolonial, Kali Besar merupakan akses yang merepresentasikan kekuasaan ekonomi, sosial dan budaya kolonialisme (jalur air).

Kawasan sepanjang Kali Besar melebar ke timur sepanjang Kali Besar Timur 3 di selatan ke arah barat Jl. Malaka, sekitar sebelah selatan Balai Kota termasuk BNI Kota, sekitar Taman Beos, termasuk dalam lingkungan ini.

Di seberang area rekreasi publik ini, juga banyak terdapat gedung tua. Diantaranya :

  • Toko Merah,
  • Gedung Harrison & Crosfield,
  • Old City Shop of Entertainment (Athena Diskotik)
  • Gedung Jasa Raharja
  • Gedung Kantor pelayanan pajak Tambora,
  • PT. Bhanda Ghara Reksa,
  • Gedung PT. Shaka,
  • Dan masih banyak lagi.

Tentunya nama-nama gedung sudah berubah dari nama aslinya yang berbahasa Belanda.

Di sisi jalan, pedestrian pejalan kaki juga nampak sangat lebar setelah revitalisasi.

Berjuta Spot Instagramable di Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta

Tidak berlebihan bila dipakai istilah berjuta. Tergantung kreatifitas, kejelian kita tentunya menemukan spot foto yang instagramable di kawasan ini.

Berjuta Spot Instagramable di Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta

Coba saja spot-spot berikut ini yang ‘bertaburan’ diseantero kawasan :

  • Pedestrian, dan segala aktifitasnya,
  • Patung-patung,
  • Bangunan-bangunan kuno, dari berbagai sudut & jaraknya,
  • Kali Besar, Museum, Lapangan terbuka,
  • Berbagai Cafe, interior dan exteriornya,
  • Dan lainnya.

Wisata Sejarah yang menghibur sekaligus mendidik di Kawasan Kota Tua

Kota Tua merupakan kawasan yang dibangun kolonial Belanda sebagai pusat perdagangan bukan hanya di ASEAN tapi untuk wilayah Asia.

Kota Batavia yang saat itu dikenal menjadi kawasan pusat perdagangan dari maupun keluar negeri lewat jalur pelayaran.

Selain berlibur ke Mall, nonton, atau lainnya, tak ada salahnya jika sesekali mengunjungi tempat wisata yang sarat akan nilai sejarah. Salah satunya adalah di kawasan wisata Kota Tua Jakarta yang sudah direvitalisasi ini.

Kawasan ini pun selalu dipadati wisatawan setiap harinya, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Mungkin bisa menambah wawasan Anda dengan menambah kawan baru dari mancanegara.

Berwisata ke Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta kini semakin menarik. Khususnya di sepanjang Kali Besar. Anda yang sudah lama tidak berkunjung pastinya akan terkesima. Artikel ini akan mengulas dari berbagai sisi seputar Kawasan Kota Tua yang semakin berkelas setelah direvitalisasi. Memang belum sepenuhnya revitalisasi rampung. Sampai tulisan ini dibuat, area Hoenderpassarbrug atau yang kita kenal kawasan sekitar Jembatan Kota Intan masih tertutup pagar seng. Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta mirip Cheonggyecheon di Seoul Anda pasti akan pangling bila menyempatkan datang ke Kali Besar saat ini. Dilansir dari situs antaranews, Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta, Kali Besar Kota Tua di desain menyerupai kawasan aliran sungai Han. Dengan dermaga terapung. Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta mirip Cheonggyecheon di Seoul Desain lansekap kekinian terlihat serasi dengan bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda yang berjajar di samping sungai. BACA JUGA : ‘Cara Bego’ Usaha Furniture, mengulas step by step untuk memulainya. Fahami Hal Mendasar Ini Jika Mau Banyak Pelanggan Setia. Ide-ide desain rumah minimalis Ide-ide desain furniture Kumpulan foto-foto Arsitektur peninggalan masa kolonial di Indonesia Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Mudah Di Jangkau Transportasi Publik Jika Anda ingin berkunjung ke kawasan ini, banyak alternatif transportasi yang bisa dipilih. Transportasi publik yang nyaman dan tidak menguras 'kantong' tentunya menggunakan Kereta KRL ataupun Bus Transjakarta. Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Mudah Di Jangkau Transportasi Publik Kawasan Kali Besar Kota Tua sendiri berada persis di samping Halte Transjakarta Kali Besar Barat. Sehingga lebih mudah menikmati berwisata di kawasan ini. Panduan Parkir Kendaraan di Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, area ini juga dilengkapi dengan fasilitas parkir kendaraan persis di pinggir Kawasan Kali Besar yang didukung dengan aplikasi parkir. Kalaupun parkir penuh, ada fasilitas parkir yang luas di jalan Cengkeh dan di area parkir gedung BNI. Namun kedua area parkir tersebut cukup jauh dari lokasi. Deretan Gedung Tua Bersejarah Lainnya di Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Pada masa kolonial, Kali Besar merupakan aksis yang merepresentasikan kekuasaan ekonomi, sosial dan budaya kolonialisme (jalur air). Kawasan sepanjang Kali Besar melebar ke timur sepanjang Kali Besar Timur 3 di selatan ke arah barat Jl. Malaka, sekitar sebelah selatan Balai Kota termasuk BNI Kota, sekitar Taman Beos, termasuk dalam lingkungan ini. Di seberang area rekreasi publik ini, juga banyak terdapat gedung tua. Diantaranya : Toko Merah, Gedung Harrison & Crosfield, Old City Shop of Entertainment (Athena Diskotik) Gedung Jasa Raharja Gedung Kantor pelayanan pajak Tambora, PT. Bhanda Ghara Reksa, Gedung PT. Shaka, Dan masih banyak lagi. Tentunya nama-nama gedung sudah berubah dari nama aslinya yang berbahasa Belanda. Di sisi jalan, pedestrian pejalan kaki juga nampak sangat lebar setelah revitalisasi. Berjuta Spot Instagramable di Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Tidak berlebihan bila dipakai istilah berjuta. Tergantung kreatifitas, kejelian kita tentunya menemukan spot foto yang instagramable di kawasan ini. Berjuta Spot Instagramable di Kawasan Kali Besar Kota Tua Jakarta Coba saja spot-spot berikut ini yang 'bertaburan' diseantero kawasan : Pedestrian, dan segala aktifitasnya, Patung-patung, Bangunan-bangunan kuno, dari berbagai sudut & jaraknya, Kali Besar, Museum, Lapangan terbuka, Berbagai Cafe, interior dan exteriornya, Dan lainnya. Wisata Sejarah yang menghibur sekaligus mendidik di Kawasan Kota Tua Kota Tua merupakan kawasan yang dibangun kolonial Belanda sebagai pusat perdagangan bukan hanya di ASEAN tapi untuk wilayah Asia. Kota Batavia yang saat itu dikenal menjadi kawasan pusat perdagangan dari maupun keluar negeri lewat jalur pelayaran. Selain berlibur ke Mall, nonton, atau lainnya, tak ada salahnya jika sesekali mengunjungi tempat wisata yang sarat akan nilai sejarah. Salah satunya adalah di kawasan wisata Kota Tua Jakarta yang sudah direvitalisasi ini. Kawasan ini pun selalu dipadati wisatawan setiap harinya, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Mungkin bisa menambah wawasan Anda dengan menambah kawan baru dari mancanegara. Wisata Kuliner bernuansa Eropa di Kota Tua Para wisatawan makin terpikat dengan kawasan ini terlebih dengan adanya rumah makan atau Cafe bernuansa eropa. Bukan hanya makanannya saja, namun dari arsitektur kawasan ini memang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Tentunya masakan khas Betawi dan jajanan lainnya juga tersedia di kawasan ini. Selain Batavia Cafe, Djakarte, Kerta Niaga Marketplace dan cafe-cafe yang berjejer di kawasan ini, ternyata ada tempat nongkrong seru tersembunyi bernama Semasa Kafe. Semasa Kafe terletak di Gedung Olveh. Tempat 'nongkrong' atau bekerja bernuansa Kolonial di Kota Tua Mungkin akan menjadi lebih menarik jika gedung-gedung lainnya di kawasan ini bisa dialih fungsikan untuk pariwisata agar menjadi kawasan yang lebih hidup. Tidak perlu seluruh gedung, cukup dibagian tertentunya saja akan menambah nilai kawasan ini. seperti di Gedung Kerta Niaga yang berada persis di sebelah Kedai Djakarta. Memasuki pintu utama, pengunjung akan menemukan beragam kuliner yang dijajakan. Pilihan jajanan yang ditawarkan masih terbatas. Tetapi, dari aroma yang tercium, cukup mengundang selera untuk mencicipi Dum Dum Thai Tea, Bakso Tekwey, dan Teh Kotjok. Selain itu, tempat ini juga menyediakan co-working space yang bisa disewa untuk keperluan bekerja. Jadi, selain nongkrong, pengunjung juga bisa bekerja dengan suasana tempo dulu di tempat ini. Semakin banyak bangunan tua yang dialih fungsikan maka kawasan ini akan bertransformasi dari citra 'kota mati' menjadi kota yang hidup. Kawasan Kota Tua sebagai situs warisan dunia Batavia pada masa kolonial Belanda, adalah pusat perdagangan di Asia pada abad 17, kawasan Kota Tua Jakarta sudah selayaknya menjadi warisan dunia. Indonesia telah mengajukan kawasan Kota Tua Jakarta serta empat pulau di sekitarnya, yaitu pulau : Onrust, Cipir, Kelor, dan Bidadari. Untuk mendapat pengakuan sebagai warisan dunia dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai jalur perdagangan yang digunakan VOC. Namun, sejak masuk daftar tidak tetap warisan benda UNESCO pada tahun 2015 hingga kini kawasan Kota Tua masih belum mendapat predikat warisan dunia. Agar mendapat pengakuan, ada beberapa hal yang mesti segera dibenahi, di antaranya merenovasi bangunan di Kota Tua dan memastikan reklamasi Teluk Jakarta tidak mengubah lanskap asli Pulau Onrust. Tentunya hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Sepeda Onthel teman Anda menikmati kawasan Kota Tua Bagi Anda yang berencana berwisata ke kawasan Kota Tua, pertimbangkanlah memakai jasa sewa sepeda Onthel. Dengan bersepeda, akan mendapat sensasi dan pengalaman tersendiri dalam 'menikmati' kawasan ini. Dan tentunya menambah list foto kenangan kunjungan Anda. Bersepeda dengan background suasana Bangunan tua layaknya di Eropa. Bagaimana setelah mendapat informasi ini? Tentunya menarik bukan untuk merencanakan berwisata ke kawasan Kota Tua Jakarta. Semoga dapat menginspirasi. Sumber : antaranews.com

Para wisatawan makin terpikat dengan kawasan ini terlebih dengan adanya rumah makan atau Cafe bernuansa eropa.

 

Bukan hanya makanannya saja, namun dari arsitektur kawasan ini memang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda.

Tentunya masakan khas Betawi dan jajanan lainnya juga tersedia di kawasan ini.

Selain Batavia Cafe, Djakarte, Kerta Niaga Marketplace dan cafe-cafe yang berjejer di kawasan ini, ternyata ada tempat nongkrong seru tersembunyi bernama Semasa Kafe. Semasa Kafe terletak di Gedung Olveh.

Tempat ‘nongkrong’ atau bekerja bernuansa Kolonial di Kota Tua

Mungkin akan menjadi lebih menarik jika gedung-gedung lainnya di kawasan ini bisa dialih fungsikan untuk pariwisata agar menjadi kawasan yang lebih hidup.

Tidak perlu seluruh gedung, cukup dibagian tertentunya saja akan menambah nilai kawasan ini.

Tempat 'nongkrong' atau bekerja bernuansa Kolonial di Kota Tua

seperti di Gedung Kerta Niaga yang berada persis di sebelah Kedai Djakarta. Memasuki pintu utama, pengunjung akan menemukan beragam kuliner yang dijajakan.

Pilihan jajanan yang ditawarkan masih terbatas. Tetapi, dari aroma yang tercium, cukup mengundang selera untuk mencicipi Dum Dum Thai Tea, Bakso Tekwey, dan Teh Kotjok.

Selain itu, tempat ini juga menyediakan co-working space yang bisa disewa untuk keperluan bekerja. Jadi, selain nongkrong, pengunjung juga bisa bekerja dengan suasana tempo dulu di tempat ini.

Semakin banyak bangunan tua yang dialih fungsikan maka kawasan ini akan bertransformasi dari citra ‘kota mati’ menjadi kota yang hidup.

Kawasan Kota Tua sebagai situs warisan dunia

Batavia pada masa kolonial Belanda, adalah pusat perdagangan di Asia pada abad 17, kawasan Kota Tua Jakarta sudah selayaknya menjadi warisan dunia.

Indonesia telah mengajukan kawasan Kota Tua Jakarta serta empat pulau di sekitarnya, yaitu pulau :

  • Onrust,
  • Cipir, Kelor, dan
  • Bidadari.

Untuk mendapat pengakuan sebagai warisan dunia dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai jalur perdagangan yang digunakan VOC.

Namun, sejak masuk daftar tidak tetap warisan benda UNESCO pada tahun 2015 hingga kini kawasan Kota Tua masih belum mendapat predikat warisan dunia.

Agar mendapat pengakuan, ada beberapa hal yang mesti segera dibenahi, di antaranya merenovasi bangunan di Kota Tua dan memastikan reklamasi Teluk Jakarta tidak mengubah lanskap asli Pulau Onrust.

Tentunya hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Sepeda Onthel teman Anda menikmati kawasan Kota Tua

Bagi Anda yang berencana berwisata ke kawasan Kota Tua, pertimbangkanlah memakai jasa sewa sepeda Onthel.

Sepeda Onthel teman Anda menikmati kawasan Kota Tua

Dengan bersepeda, akan mendapat sensasi dan pengalaman tersendiri dalam ‘menikmati’ kawasan ini.

Dan tentunya menambah list foto kenangan kunjungan Anda. Bersepeda dengan background suasana Bangunan tua layaknya di Eropa.

Bagaimana setelah mendapat informasi ini? Tentunya menarik bukan untuk merencanakan berwisata ke kawasan Kota Tua Jakarta.

Hanya saja kesadaran membuang sampah pada tempatnya perlu ditingkatkan agar kawasan wisata ini tampil lebih membanggakan.

Semoga dapat menginspirasi.

 

Sumber : antaranews.com

Desvi

Penulis: Desvi

Landscape Architect, sempat merasakan berkarir di Perbankan, kemudian menjadi Freelancer. Senang bisa berbagi di arsdesain.com.

Leave a Reply