Kisah Pedagang Kaki Lima

“The examples of five foot pedestrian walkways can be found dated from colonial Indonesia, Malaysia and Singapore. Such as those walkways along Old Batavia in Jakarta, Braga Street in Bandung, Georgetown in Penang and Shenton Way in Singapore.”

Artikel Arsitektur – Susan Blackburn dalam buku Jakarta Sejarah 400 Tahun, menceritakan soal pedagang kaki lima di akhir abad ke-19.

Sejak era penjajahan kolonial Belanda, istilah Kaki Lima berawal.

Pemerintahan Kolonial Belanda memiliki aturan yang mengharuskan setiap jalan raya memiliki area pedestrian untuk pejalan kaki.

Lebar area untuk pejalan kaki adalah lima kaki (5 feet). Kira-kira lebarnya 1,5 meter.

Beginilah awal kisah asal muasal istilah pedagang Kaki Lima.

Pedestrian yang disediakan menjadi tempat singgah para pedagang untuk beristirahat, efeknya, banyak juga pembeli berdatangan.

“Seiring berjalannya waktu, pedagang yang berjualan di ruas jalan tersebut pun disebut pedagang kaki lima.”

Fenomena pedagang kaki lima yang berkembang pesat dari tahun ketahun membawa persoalan tersendiri pada era sekarang ini.

Masalah seakan tak ada habisnya. Terlebih karena pengelolaan pedagang kaki lima menyangkut banyak aspek:

  • Sosial,
  • Ekonomi,
  • Budaya,
  • Politik
  • Hankam

Dengan jumlah pedagang kaki lima yang besar, komunitas pedagang kaki lima bahkan berpengaruh pada kekuatan politik.

Bila anda seorang pengamat politik, pasti akan menyadari potensi kekuatan yang dimiliki para pedagang kaki lima.

Bicara politik mungkin terkesan diluar jalur lingkup arsitektur, namun kenyataannya ada kaitan yang erat antara politik dan arsitektur, silahkan simak artikel lawas arsresain.com berikut ini: (klik)

Politik dan Arsitektur

Salam inspiratif, dan selamat berlibur akhir pekan.

Sumber: Bombastis, Wikipedia

Facebook Comments

Haries

Author: Haries

Haries has been in developer and designer for more than 18 years. Apart from web designing, He love all things having to do with writing and reading. Founder arsdesain.com, referensi bersama sepurtar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."