Masihkah Ada Yang Meragukan Kualitas Tenaga Kerja Indonesia

Indonesia Masuk Dalam Jajaran Negara Pencetak Tenaga Ahli Terbanyak Di Dunia

Ada kegaduhan tentang dugaan ‘banjirnya’ Tenaga Kerja Asing di Indonesia.

Sebelum lanjut ke pembahasan, saya jawab terlebih dahulu pertanyaan di judul artikel ini. Jawabannya adalah MASIH ADA.

Fenomena media sosial dan makin kritisnya masyarakat Indonesia menyikapi berbagai isu yang berkembang, sangat menarik untuk dicermati.

Apakah memang kualitas Tenaga Kerja Indonesia sangat terbelakang?

Apakah sudah dalam kondisi mendesak Indonesia harus menggunakan banyak Tenaga Kerja Asing?

 

 

Melihat data pengangguran di Indonesia, kita perlu mencermati lebih jauh tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Arsdesain.com sebagai website kumpulan berita arsitektur dan desain, menyajikan data dan fakta bahwa Indonesia ternyata memiliki Sumber Daya Manusia yang mumpuni.

Khusus untuk bidang Teknik, Indonesia bahkan memiliki nilai tersendiri untuk kualitas yang dimiliki.

Dan kita sebagai anak bangsa harus berbangga dengan itu, dengan cara tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia Bisa!

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menunjukkan, lebih dari 6,5 juta tenaga kerja Indonesia yang bekerja di 178 negara. Mereka bekerja di berbagai sektor dan terbilang sukses.

Dewasa ini negara kita mempunyai pasar dan sumber daya yang dinilai sangat tinggi. Sehingga semakin banyak Penanam Modal Asing (PMA) yang berbondong-bondong membuka usaha di Indonesia.

FORBES, majalah ternama dunia melansir negara-negara penyumbang tenaga kerja ahli.

Top three diduduki Jepang, Rusia maupun Amerika.

Negara-negara tersebut memang dikenal memang sebagai pencetak tenaga ahli sejak beberapa dekade terakhir.

Indonesia sendiri kini berada di posisi ke-6 dan tentunya menjadi sebuah hal yang patut dibanggakan.

Fakta yang terjadi, masih banyak pandangan ‘miring’ dan juga sebelah mata terhadap kemampuan SDM Indonesia.

Jika melihat kenyataan yang ada, terkadang justru tenaga ahli asal Indonesia sendiri seringkali dianggap kurang berkompeten jika dibanding dengan tenaga ahli luar, itulah mengapa kemudian banyak perusahaan lebih memilih tenaga kerja ahli luar negeri atau ekspatriat untuk bekerja di perusahaannya.

Pada akhirnya tidak sedikit juga tenaga ahli dalam negeri yang justru kemudian berkembang dan besar di negara lain.

  • Sebuah lembaga yang berada dibawah pengawasan UNESCO, yaitu World Economic Forum (WEF), mempunyai fakta lain yang tak terbantahkan dari hasil survey lembaga tersebut Indonesia mempunyai suber Tenaga Kerja melimpah dan mumpuni untuk sektor :
    – konstruksi,
    – Manufaktur, dan
    – Teknik.

Dari hasil yang didapat tersebut menunjukan jika sebenarnya, Indonesia sendiri bisa bersaing di kancah dunia International.

Dengan masuknya Indonesia ke dalam jajaran negara pencetak tenaga ahli di dunia ini tentunya sangatlah penting, sebab menurut WEF sendiri yang memang memiliki fokus di bidang tersebut mereka mengungkapkan jika dengan pertumbuhan dan perkembangan tenaga kerja ahli yang baik pada akhirnya akan menjadi faktor kunci dalam perkembangan, inovasi, serta pertumbuhan suatu negara di abad ini.

Fakta lain tentang banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang mumpuni, pernah digambarkan oleh bapak BJ Habibie, bahwa : sebanyak 48 ribu tenaga ahli berbagai bidang yang dipersiapkan pada zaman Soeharto oleh Menristek Prof Dr BJ Habibie waktu itu, tidak diketahui lagi keberadaannya. Sebagian besar mereka saat ini bekerja di beberapa negara Eropa dan Amerika.

Demikian artikel ini semoga dapat membuka wawasan kebangsaan kita, jangan menjadi bangsa inferior, banggalah, tunjukkan Indonesia adalah bangsa yang besar dan semakin membuat kita berprestasi, khususnya dibidang arsitektur dan berbagai bidang demi kemajuan bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Salam.

Facebook Comments

Haries

Author: Haries

Haries has been in developer and designer for more than 18 years. Apart from web designing, He love all things having to do with writing and reading. Founder arsdesain.com, referensi bersama sepurtar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."