Nilai Kepercayaan

Dikisahkan ada sebuah keluarga yang didalamnya penuh dengan sikap saling curiga. Hal tersebut disebabkan hilangnya kejujuran dari masing-masing anggota keluarga.

Pada suatu ketika, sang Ayah sebagai kepala keluarga, menghadiri event pameran Teknologi modern. Tidak disangka, sang Ayah bertemu dengan Stand pameran yang menjual produk alat pendeteksi kebohongan (APB). Sales pameran dengan antusias menjelaskan keunggulan dan cara kerja alat Pendeteksi kebohongan…

Singkat cerita, sang Ayah membeli alat tersebut. Alat pendeteksi kebohongan itu sangat simple, bentuknya hanyalah sebuah Box hitam, dengan tangan flexible yang cukup panjang. Cara kerjanya, apabila ada orang berbohong, tangan APB dengan secepat kilat akan menampar pipi si pembohong.

Sang ayah santai duduk di ruang tamu ditemani alat canggih, menunggu anaknya yang sudah jam 10 malam belum pulang kerumah.

Akhirnya anak yang ditunggu datang, sang Ayah langsung melancarkan pertanyaan:

Ayah: “Darimana?”

Anak: “Belajar kelompok Yah.”

APB: secepat kilat menampar pipi si Anak “Plaaaak!”

Ayah: “Ayo jujur, darimana kamu?”

Anak: “Nonton YAh.”

APB: diam (artinya si Anak  jujur)

Ayah: “Nonton apa?”

Anak: “Film Dokumenter Yah.”

APB: secepat kilat menampar pipi si Anak “Plaaaak!”

Ayah: “Ayo jujur, nonton apa kamu?”

Anak: sambil terbata-bata, “Nonton film porno Yah.”

APB: diam (artinya si Anak  jujur)

Ayah: “Dasar anak zaman sekarang.. Ayah saja sampai setua ini belum pernah nonton film porno!”

APB: secepat kilat menampar pipi si Ayah “Plaaaak!”

sekarang Ayah dan Anak terdiam..membisu sejenak…

Tiba-tiba, si ibu keluar kamar, mendengar adanya suara rebut-rebut tersebut… si Ibu terkaget melihat pipi anaknya tercinta biru Lebam.

Si Ibu terbengong-bengong..

Ibu: “Ayah!” “kenapa sampai seperti ini Yah..jangan main kekerasan dong kalau mendidik anak..bagai manapun, ini adalah anak kita.” (si Ibu berujar dengan penuh kasih sayang)

APB: secepat kilat menampar si Ibu “Plaaaak!”

Giliran Ayah nya yang terbengong-bengong…

…….

Demikianlah kalau tidak ada kejujuran. Kisah diatas bisa menjadi pelajaran begitu pentingnya nilai kejujuran, kepercayaan, sehingga tidak ada saling curiga antar sesama ‘The winning team’ di lingkungan kerja atau di level perusahaan.

Pernah dengar tentang bisnis AUTOPILOT?

Yup..! Autopilot adalah salah satu istilah yang ingin dicapai para pemilik bisnis/perusahaan. Namun, jangan harap hal itu bisa dicapai jika tidak mempunyai:

  •  Sistem yang jelas dengan Goals yang bersinergi dengan ‘the winning team’.
  • Struktur organisasi yang mencerminkan alur kerja yang tepat
  • Penempatan personil yang tepat, dengan didukung prinsip nilai kejujuran & kepercayaan serta Jobdisc  jelas-terukur.

Tanpa ketiga point tersebut, sebuah perusahaan dengan SDM yang handal, akan terlihat mempunyai SDM yang tidak ‘becus’ kerja & tidak efektif.

Diluar itu semua, prinsip kejujuran (dalam arti luas antara pemilik dan karyawan perusahan) menjadi sangat penting untuk menciptakan kepercayaan sehingga terbentuklah ‘The Winning Team’ yang bisa diandalkan pemilik perusahaan menuju sistem bisnis Aoutopilot.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain.

You May Also Like

%d blogger menyukai ini: