Pekerja Seni perlu olahraga

Long week end seperti sekarang ini adalah saat yang tepat untuk refreshing. Pekerja Seni perlu olahraga.

Artikel arsitektur-Sebelumnya saya ucapkan selamat berlibur dan berkumpul bersama keluarga di saat long week end ini. 

Bagi saudara muslimin muslimat, ayo kejar keutamaan ibadah di Bulan Dzulhijah. Hari terbaik untuk beramal shalih ini hanya menyisakan beberapa hari saja.

“Bicara mengenai pekerja seni, dalam hal ini meliputi arsitek, designer interior, fashion, grafis, pahat, pelukis dan seni lainnya, selain olah rasa kreatifitas dan asah skill dan wawasan, dituntut pula mempunyai raga yang mendukung seluruh aktifitas tersebut.”

Namun, olahraga ternyata perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan kita. Bagi teman-teman seperti saya yang berusia diatas 40 tahun, jangan memaksakan berolahraga berat semisal futsal, badminton, dan sejenisnya.

“Ini bukan bersifat larangan, boleh berolahraga berat dengan catatan, tahu batas kapan harus stop atau istirahat.”

Pilihan dan cara olahraga yang keliru bisa jadi akan membuat kita sakit. Padahal tujuan olahraga adalah untuk menjaga kesehatan.

Banyak teman-teman yang mengalami serangan jantung ataupun masalah persendian justru karena kesalahan dalam berolahraga.

Olahraga berjalan kaki adalah pilihan terbaik. Sudah saatnya cari informasi, googling dan praktekan olahraga untuk kesehatan yang menunjang pekerjaan seni kita.

Mungkin teman-teman ada yang mulai bermasalah dengan root keram, kesemutan, berikut ini adalah tips bermanfaat untuk masalah yang terlihat  sepele tapi cukup mengganggu pekerja seni berkarya:

  1. Tersedak makanan.
  2. Salah bantal.
  3. Kram kaki.
  4. Kaki kesemutan.

Ini adalah pengetahuan yang dapat menolong orang dan diri sendiri.

Cara pertolongan sebagai berikut:

Tersedak makanan

hanya perlu “mengangkat tangan”.

Di Atlantic City, New Jersey, AS, ada seorang bocah berusia 5 tahun bernama A’Zir Spence yang secara cerdik berhasil menyelamatkan nyawa neneknya, metode yang dipergunakannya sangat sederhana, hanya perlu “mengangkat tangan”. Shirldine Stewart berusia 56 tahun sedang menonton televisi di rumah sambil makan jelly ketika cucunya Spence turun ke bawah untuk menanyakan sesuatu kepadanya.Ketika sang nenek memalingkan muka untuk memandang cucunya, sepotong jelly tersangkut di kerongkongannya. Sang nenek berusaha menolong diri sendiri dgn me-nekan2 bagian perut, namun tidak ada gunanya, Spence lalu bertanya: “Nek! Apakah nenek tersedak?” , namun sang nenek tidak bisa menjawab (= orang yg sedang tersedak memang tidak bisa bicara). “Saya rasa nenek tersedak. Nek! Ayo cepat naikkan tangan nenek!” Nenek Stewart lalu mengangkat tangan di atas kepalanya dan ternyata jelly itu keluar dari kerongkongannya. Spence menyampaikan kalau metode ini dipelajarinya di sekolah. Jadi cara penanganan jika tersedak makanan hanya perlu “mengangkat tangan”.

Salah bantal

Bantal kok disalahin.. he.. he..Kadangkala ketika bangun tidur, Anda menemukan diri anda salah bantal, yaitu merasa nyeri di leher. Apa yang harus dilakukan ketika salah bantal? Ketika merasa salah bantal, Anda hanya perlu mengangkat kaki Anda, kemudian tarik ibu jari kaki dan pijat dengan memutar searah atau berlawanan arah jarum jam.

Kram kaki

Ketika kram kaki kiri, angkat tangan kanan tinggi-tinggi, ketika kram kaki kanan, angkat tangan kiri tinggi-tinggi, segera akan terasa lebih enak.

Kaki kesemutan

Ketika kaki kiri kesemutan, ayun telapak tangan kanan dgn sekuat tenaga, ketika kaki kanan kesemutan, ayun telapak tangan kiri dengan sekuat tenaga.

Jangan simpan saja info ini. Silahkan berbagi. Siapa tahu Anda dapat menyelamatkan orang lain.

Semoga bermanfaat. Salam arsitektur.

Facebook Comments

Haries

Author: Haries

Haries has been in developer and designer for more than 18 years. Apart from web designing, He love all things having to do with writing and reading. Founder arsdesain.com, referensi bersama sepurtar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."