Pemimpin Kota

Pemimpin Kota

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo & Walikota Surabaya Tris Maharini, adalah beberapa contoh pemimpin kota yang mencoba memahami situasi dan permasalahan yang dihadapi oleh masayarakat.

Setidaknya masalah umum di Kota saat ini adalah sebagai berikut:

  • Perumahan Kumuh
  • Kemacetan
  • Sampah & Polusi Udara
  • Banjir
  • Pedagang Kaki Lima & Sektor Informal lainnya
  • Ruang terbuka Hijau & hilangnya ruang publik
  • Masalah Kriminal
  • Disparitas pendapatan juga bisa menjadi masalah

Salah satu keadaan yang ada di perkotaan di Indonesia sebagai hasil dari pembanguan adalah perumahan.

Di satu sisi lain muncul komplek elit dan di satu sisi lain muncul kawasan pemukiman kumuh yang isinya sangat buruk dengan berbagai permasalahan.

Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahan ITB Suhono Harso Supangkat mengatakan, seorang wali kota harus memahami situasi yang ada di lingkungan masyarakatnya, baru kemudian dia tahu bagaimana bertindak dan mengontrol kota tersebut.

“Masalah kemacetan, lahirnya hunian-hunian liar, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan lain-lain, ini tidak bisa langsung diatasi. Dari kondisi-kondisi yang dihadapi connecting, accesting kemudianunderstanding, seorang wali kota understanding terhadap situasi kota,” kata Suhono di Jakarta.

Dia mengatakan, dengan memahami apa yang terjadi maka seorang pemimpin kota akan tahu bagaimana caranya untuk menambah jalan, bagimana mengatasi PKL dan sebagainya.

Lebih lanjut, Suhono mencotohkan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu pemimpin kota yang mencoba memahami situasi dan permasalahan yang dihadapi oleh masayarakat.

Sejalan dengan perkembangan waktu, persoalan pemukiman kumuh akan semakin kompleks, baik dilihat dari sudut sosial, ekonomi, maupun lingkungan fisik, seperti kenyamanan hidup, kesehatan, keamanan, dan kesempurnaan hidup.

Pada hal dalam makna yang lebih luas, pemukiman harus mampu membuka jalan dan memberikan saluran bagi kecenderungan, kebutuhan, aspirasi, dan keinginan manusia secara penuh, menuju perbaikan taraf hidup dan kesejahteraan manusia.

Mungkin konsep pemekaran kota bisa jadi menjadi solusi. Dengan catatan, rancangan kota secara menyeluruh sudah dirancang dengan matang. Seperti pengelompokan zona pemukiman dan zona perkantoran serta ruang terbuka hijau.

Hadirnya kawasan-kawasan kota mandiri patut mendapat apresiasi. Dimana dalam satu kawasan kota mandiri tersebut sudah dirancang sedemikian rupa kualitas dan zona sesuai fungsi perkotaan yang terintegrasi dengan baik.

Data menunjukkan, terdapat peningkatan peranan perkotaan terhadap pertumbuhan nasional yang cukup signifikan.
Pertumbuhan tersebut membawa dampak yang besar bagi kota itu sendiri.
Dari sisi penduduk misalnya, terdapat pertumbuhan jumlah penduduk yang besar dari tahun ke tahun.
Penambahan komposisi kependudukan perkotaan memang tak terelakkan.
Pada kenyataannya negara-negara dengan tingkat perekonomian yang tinggi, memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi pula.
Maka peran pemimpin perkotaan menjadi sangat penting sebagai penentu kebijakan dan keputusan demi mengatasi permasalahan perkotaan. Diperlukan pemimpin kota yang mencoba memahami situasi dan permasalahan yang dihadapi oleh masayarakat.
 

 

 

 

 

 

 

Penulis: Haries

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."

Leave a Reply