Pohon Instan

Percantik Landscape dalam waktu singkat

Artikel Arsitektur – Bentuk arsitektur rumah yang megah akan terasa lengkap jika memiliki lanskap yang indah—dengan hamparan rumput hijau dan deretan pohon nan rindang.

“Persoalannya, pohon besar dan rindang tidak bisa didapat dalam waktu singkat, karena masa pertumbuhannya yang lama.”

Namun jangan khawatir, karena kini hal itu bisa disiasati dengan menggunakan pohon instan.

Direktur Hagani Flora, Suwardi Hagani, menjelaskan tentang kelebihan Pohon Instan:

“Kelebihan pohon instan adalah bisa melewati proses waktu pertumbuhan pohon yang lama.” 

“Semua pohon pada dasarnya bisa dijadikan pohon instan, namun masing-masing spesies memiliki karakteristik yang berbeda. “Pohon beringin misalnya, adalah salah satu pohon yang mudah untuk dipindahkan.” 

Menurut Suwardi, jenis pohon yang paling diminati dan laku dijual sebagai pohon instan adalah pohon yang memiliki daun, batang, serta bunga yang bagus dan unik, seperti:

  • pohon kamboja,
  • palem,
  • cempaka,
  • trembesi,
  • cemara, dan
  • ketapang.

“Pohon instan yang tersedia di pasar, biasa berumur minimal lima tahun hingga ratusan tahun.” 

Satu Juta, Hingga Ratusan Juta Rupiah

Untuk harga, umumnya pohon instan dijual dengan harga minimal Rp1 juta per batang, sudah termasuk biaya pengiriman.

Namun untuk jenis pohon tertentu yang tergolong langka, biaya pemindahan bisa sangat fantastis.

“Misalnya, pemindahan pohon baobab di UI beberapa waktu yang lalu. Biaya pemindahannya saja bisa mencapai Rp100 juta,”

Karena harga dan biaya pengirimannya yang tergolong besar, maka hanya konsumen kalangan atas atau pengembang perumahan dan apartemen saja yang biasanya meminati pohon instan ini.

Teknik pemindahan pohon, bisa menggunakan katrol.

“Tetapi untuk pohon dengan ukuran yang lebih besar, pemindahan pohon menggunakan crane.” 

Biasanya, jelas Suwardi, konsumen yang meminta jenis pohon tertentu dengan ukuran dan jumlah tertentu, baru kemudian Suwardi mencari pohon yang diinginkan tersebut. Di lahan miliknya yang cukup luas di kawasan Tangerang, Suwardi juga menanam beragam jenis pohon. Namun untuk kondisi tertentu, dia harus mencari hingga luar kota bahkan luar pulau Jawa.

Sebenarnya jenis-jenis pohon di Jabodetabek sendiri sudah tergolong lengkap, katanya.

“Beruntung saat kita dijajah Inggris, Raffles sempat membangun Kebun Raya Bogor yang memiliki spesies pohon paling lengkap. Jadi bibit tanaman yang ada di sana masih bisa didapat dengan mudah di daerah sekitar Jabodetabek.”

artikel arsitektr_Pohon Instan


Merawat Pohon Instan

Setelah pohon instan dipindahkan atau ditanam kembali, kata Suwardi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Pohon yang dipindahkan seperti baru diamputasi, jadi tidak memiliki akar yang kuat, sehingga memerlukan penanganan khusus. Untuk beberapa waktu, pohon masih harus disangga dengan kayu, agar tidak jatuh.” 

Untuk perawatan, pohon yang baru dipindahkan perlu diberi vitamin untuk membantu pertumbuhan, serta pestisida untuk mencegah datangnya penyakit.

“Vitamin dan pestisida cukup diberikan sebulan sekali.”

Selain itu, tentu saja pohon harus disiram secara teratur, dua kali sehari.

“Dalam satu tahun, pohon sudah bisa tumbuh seperti sediakala.”

Anto Erawan

Penulis: Anto Erawan

arsdesain.com sharing Artikel Anto Erawan. Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang