Properti Vietnam

Seperti Apa Aturan Kepemilikan Asing di Sektor Properti Vietnam?

Artikel Arsitektur – Vietnam telah mengesahkan regulasi terkait kepemilikan properti oleh warga negara asing akhir November lalu.

Undang-undang baru ini akan berlaku mulai 1 Juli 2015.

Dung Duong, Head of Research CBRE Vietnam, mengatakan:

“Aturan ini membuka peluang bagi warga negara asing untuk memiliki properti di Vietnam.”

“Pertumbuhan pasar perumahan di melambat dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya disebabkan pembatasan kepemilikan asing, kurangnya pengembang berkualitas, dan gelembung properti 2006 – 2008.”

Regulasi baru kepemilikan asing ini diharapkan dapat membantu menciptakan pasar perumahan yang lebih seimbang, transparan, dan berkelanjutan. Selain itu, aturan ini juga dapat meningkatkan permintaan dan likuiditas pasar, terutama di segmen menengah-atas. Hal ini juga akan membuat pasar perumahan lebih menarik bagi ekspatriat yang tinggal di Vietnam yang ingin berinvestasi serta warga Vietnam yang berada di luar negeri.

Berikut ini aturan kepemilikan properti bagi warga asing di Vietnam:

  1. Semua warga asing yang mendapatkan visa ke Vietnam diperbolehkan untuk membeli rumah di Vietnam.
  2. Semua pendanaan investasi dan bank asing, atau perusahaan asing yang memiliki kantor perwakilan di Vietnam memenuhi syarat untuk membeli.
  3. Semua jenis properti residensial, termasuk kondominium, vila, dan rumah bandar (townhouse) dapat dimiliki—regulasi sebelumnya hanya berlaku untuk kondominium.
  4. Tidak ada batasan pada jumlah unit yang dapat dibeli, tetapi jumlah unit hunian yang bisa dimiliki warga asing tidak boleh melebihi 30% dari total unit di sebuah kompleks kondominium. Di sektor rumah tapak, warga asing tidak boleh memiliki lebih dari 250 unit properti dalam satu distrik—regulasi sebelumnya, warga asing hanya bisa membeli satu kondominium.
  5. Properti milik warga asing dapat disewakan, diwariskan, dan dijadikan agunan—aturan sebelumnya hanya dapat dihuni.
  6. Warga asing memiliki properti di Vietnam dengan status leasehold selama 50 tahun, dan dapat diperpanjang. Warga asing yang menikah dengan warga Vietnam berhak mendapat status kepemilikan freehold.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

arsdesain.com sharing Artikel Anto Erawan. Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

You May Also Like