Psiko Motorik

Jangan Larang Anak Mencorat-coret Dinding!

Apakah anak Anda sering mencorat-coret dinding rumah?

Tentu saja hal tersebut cukup menjengkelkan, apalagi bagi orangtua yang ingin rumah selalu terlihat apik. 

Psikolog anak, Ratih Ibrahim mengatakan, mengekspresikan kreativitasdulux di atas kanvas besar seperti dinding merupakan sebuah kewajaran bagi anak-anak, karena kemampuan motorik mereka belum berkembang.

Anak-anak yang kreatif, memiliki psiko motorik yang bagus.

Sebaliknya, anak-anak tidak dapat tumbuh secara optimal jika orangtua tidak mengizinkan mereka bereksplorasi.

“Bagi anak-anak, dinding adalah kanvas raksasa sebagai tempat berekspresi.

Sayangnya, kami menemukan fakta bahwa 54% orang tua saat ini keberatan jika anak-anak mereka membuat rumah kotor.

Inilah yang menjadi masalah,” ungkap Ratih dalam acara peluncuran Dulux EasyClean, kemarin (19/3).

Lebih lanjut Ratih menyampaikan bahwa anak-anak seringkali membuat tempat bermainnya menjadi berantakan dan ini menguji kesabaran orang tua.

Respon yang orang tua berikan biasanya memang selalu memaafkan, tetapi tetap saja dinding yang kotor menjadi kekhawatiran para orang tua. 

Kendati demikian, imbuhnya, anak juga harus dibatasi.

Caranya, dengan memberi kertas berukuran besar atau bahkan dinding khusus untuk dicorat-coret.

“Semua itu ada masanya. Anak-anak balita biasanya memang sangat aktif, dan hal ini akan berlangsung hingga umur mereka tujuh tahun,” paparnya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Menampilkan artikel yang masuk dari para pengguna arsdesain.com berupa : Info lowongan kerja, event, produk bahan bangunan dan lainnya

You May Also Like