Kemegahan Stadion GBK dan Fenomena Masjid di area Stadion Eropa

Bicara sepakbola Indonesia, tidak akan ada habisnya. Banyak cerita, kisah dan fenomena yang terjadi di kancah sepakbola nasional. Juga dari segi arsitektur.

Artikel arsitektur – Sepak bola di Indonesia adalah salah satu olahraga paling populer. Olahraga ini dimainkan pada semua tingkatan, dari anak-anak, laki-laki, muda hingga setengah baya. Liga sepak bola Indonesia dimulai sekitar tahun 1930-an di era kolonial Belanda.

Bicara sepakbola di suatu negara dari perspektif arsitektur, tentunya tidak lepas dari membincangkan stadion-stadion megah yang ada di setiap negara.

Keberadaan stadion tidak hanya merupakan identitas dari klub sepakbola itu sendiri melainkan bisa menjadi simbol kebanggaan dan jati diri serta cermin era kepemimpinan bangsa saat stadion dibuat yang patut dibanggakan.

Rakyat Indonesia patut berbangga dengan renovasi besar-besaran stadion GBK di era pemerintahan presiden Joko Widodo.

Indonesia adalah negara yang berpenduduk mayoritas muslim penggila sepak bola. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nielsen Sport, 77% penduduk Indonesia memiliki ketertarikan pada sepakbola, terutama ketika menyaksikan Timnas Indonesia berlaga.

Salah satu pemain asing berlabel ‘super star’ yaitu Essien, seperti dilansir dari laman simamaung.com berpendapat bahwa sepakbola Indonesia cukup baik, essien mengatakan bahwa standar di sana (_sepakbola Indonesia) bagus, saya cukup terkesan berada di Indonesia karena semuanya tidak mudah. “Di Liga Indonesia juga terdapat sejumlah pemain bagus. Para pemain juga cocok bermain dengan saya.

Dalam hal persentase ketertarikan seluruh populasi negara pada sepak bola, Indonesia hanya kalah dari Nigeria. Sebanyak 83% penduduk negara yang memiliki timnas berjuluk Elang Super itu diklaim menyukai sepak bola.

Walaupun dari segi prestasi, timnas sepakbola Indonesia masih jauh jika dibandingkan negara-negara eropa maupun benua lainnya, namun stadion GBK akan membuat decak kagum insan sepakbola di penjuru dunia.

Yang paling terbaru adalah kunjungan timnas Islandia dan klub FC Tokyo yang merasakan dan mengagumi kemegahan stadion GBK.

Namun, GBK sampai saat tulisan ini dibuat, belum memiliki Masjid ataupun tempat untuk ummat muslim menunaikan shalat wajib lima waktu. Sungguh sangat disayangkan.

 

Bicara tentang arsitektur stadion di negara-negara Eropa, pastinya tidak jauh-jauh dari masalah kemegahannya serta klub pemiliknya yang kaya luar biasa. Jadi jika diibaratkan bangunan hotel, sudah mempunyai fasilitas hotel bintang lima.

Benua biru Eropa memang memiliki penduduk yang bukan mayoritas Muslim. Karena itu, keberadaan masjid di sana bukanlah sesuatu yang mudah ditemukan.

Keberadaan masjid sendiri sangat penting bagi pemeluk agama Islam sebagai sarana untuk melaksanakan ibadah shalat wajib lima waktu.

Mengingat pentingnya shalat wajib lima waktu bagi pemeluk agama Islam, maka stadion-stadion sepakbola di Eropa sudah mulai memikirkan untuk mendirikan  masjid di dalamnya. Bahkan, stadion itu merupakan markas dari klub-klub raksasa Eropa.

Dibangunnya masjid secara khusus di lingkungan stadion sepakbola selain diperuntukkan untuk memudahkan para pemain atau suporter yang beragama muslim juga adalah bentuk toleransi beragama yang ditunjukkan oleh sejumlah manajer klub.

Sebagian pemilik klub juga beranggapan bahwa sepakbola bisa dijadikan sebagai alat yang dapat menyatukan segala macam perbedaan termasuk perbedaan keyakinan dalam beragama.

Nah, berikut ini adalah beberapa stadion Eropa dengan klub reputasi besar yang dilengkapi dengan fasilitas masjid:

1. Etihad Stadium, Manchester City,
2. Allianz Arena, Bayern Munich,
3. Kazan Arena, Rubin Kazan,
4. St James ‘Park, Newcastle United,
5. Ewood Park, Blackburn Roves,
6. Macron Stadium, Bolton Wanderers.

Semoga renovasi GBK yang sudah selesai dengan standard stadion bertaraf internasional ini, nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas Masjid dan akan membawa prestasi yang menjadi kebanggaan rakyat serta kebanggaan jatidiri kebesaran bangsa Indonesia.

Sumber: indosport.com

Facebook Comments

Haries

Author: Haries

Haries has been in developer and designer for more than 18 years. Apart from web designing, He love all things having to do with writing and reading. Founder arsdesain.com, referensi bersama sepurtar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."