Sertifikat Arsitek

Waduh, 70% Anggota IAI Belum Kantongi Sertifikat!

 

Dari 15 ribu anggota Ikatan Arsitek Indonesia(IAI) se-Tanah Air, baru sekitar 3.000 sampai 4.000 orang arsitek saja yang memiliki sertifikat profesi arsitek.

Rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya arsitek bersertifikat disinyalir menjadi penyebabnya.

Steve JM, Ketua IAI mengatakan, tidaklah sulit mengurus sertifikasi profesi arsitek.

Akan tetapi, masyarakat belum menganggap penting pemilikan sertifikat oleh seorang arsitek, sehingga para lulusan sekolah arsitektur pun tidak memprioritaskan hal tersebut.

“Di Jakarta ada sekitar 6.000 arsitek, tetapi yang bersertifikat hanya sekitar 1.500 orang saja. 

Demand terhadap arsitek bersertifikat juga tidak besar. Tapi kami sebagai asosiasi terus mendorong kepemilikan sertifikat tersebut,” kata Steve usai jumpa pers IAI di Jakarta, Kamis (17/4).

Steve menambahkan, terkait hal ini, pihaknya mendorong agar RUU Arsitek segera diterbitkan, karena salah satu pasalnya berisi tentang pentingnya kepemilikan sertifikat tersebut.

“Masih di Prolegnas. UU ini nantinya berdampak positif bagi masyarakat, karena akan terjamin mendapatkan arsitek bersertifikat yang bertanggung jawab terhadap bangunan yang didesain oleh arsitek tersebut. Masyarakat harus paham bahwa keberlangsungan kesehatan penghuni gedung atau bangunan dapat dijamin oleh arsitek yang bersertifikat,” terang  Steve.

Im Suryani
Penulis adalah reporter Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: imsuryani@rumah.com atau melalui Twitter@ngingims

Facebook Comments

Info

Author: Info

Artikel dari berbagai sumber, bekerjasama dengan @AntoSeorang, @ngingims (rumah.com) dan Indo ArchitectsPlus. Mari berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan melakukan Register di arsdesain.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.