Tips Menghadapi Klien Berdasarkan Karakteristik Mereka

Tips Menghadapi Klien

Tips menghadapi klien. Menghadapi Klien memang ada seninya. Mungkin judul artikel ini lebih tepatnya adalah, Tips menghadapi calon klien.

Karena isi tips di artikel ini adalah bagaimana bila kita berhadapan dengan calon klien.

Perbanyaklah bertemu klien adalah Tips menghadapi klien yang utama

Semakin kita sering berhadapan dengan calon klien, maka semakin akurat penilaian kita terhadap calon klien, apakah Kategori:

  • Prospek bagus,
  • Semi prospek, atau
  • Tidak prospek.

Tidak prospek maksudnya cuma ‘Omdo’ alias omong doang, cek-cek harga atau hanya sekedar sedang mencari harga pembanding.

Namun, kalaupun berkategori ‘tidak prospek’, tetap masukan calon klien tersebut ke data kita, untuk follow up.

Proses Yang Harus Anda Kuasai

Tips menghadapi klien berikutnya adalah kuasai prosesnya.

Walaupun first impression sangatlah menentukan, namun kuasailah proses dari awal sampai akhir ini.

Prosesnya sebagai berikut:

  • Tahap pendekatan calon klien, kita akan menjelaskan hal-hal secara umum,
  • Mulai dari perkenalan diri
  • Perkenalan produk.
  • Setelah proses beberapa menit, biasanya akan terbaca tipe calon klien kita.

Tipe karakteristik Calon Klien

Mengenali karakteristik calon klien perlu latihan dan jam terbang. Tips menghadapi klien berdasarkan karakter mereka penting untuk dikuasai.

Secara garis besar calon klien terdiri dari beberapa Tipe, yaitu:

  • Calon Klien Pendiam
  • Calon Klien Bawel
  • Calon Klien Sombong
  • Calon Klien Tinggi Hati
  • Calon Klien Pelit
  • Calon Klien Pembanding

 

BACA JUGA :

Teknik Menaikkan Omzet

Tips Agar memiliki banyak pelanggan setia

Mental Blok dalam pemasaran

Calon Klien Pendiam

Mulailah pembicaraan dengan hal yang ringan. Jangan langsung ke urusan penjualan. Ngobrol lah tentang hobi, keluarga terlebih dahulu.

Bisa jadi kita akan lebih banyak berbicara dahulu sebelum mendapatkan info timbal balik dari si Klien.

Tipe ini jika sudah percaya kepada kita, biasanya akan menjadi pelanggan setia. Sisi positif lainnya adalah, referensi dari si pendiam dapat sangat diandalkan.

Calon Klien Bawel

Disini diperlukan skill anda dalam  mendengarkan. Biarkan calon pelanggan yang berbicara, ikuti alur mereka sampai pada tahap tertentu.

Kemudian, belokkan alur pembicaraan sesuai keinginan kita.

Dipelukan kata jeda/sela: “Bolehkah saya berbicara sekarang?” 😀

Tipe ini sangat mudah di ajak berbicara dengan gaya yang santai dan akrab.

Calon Klien Sombong

Hampir mirip dengan tipe bawel 🙂 biarkan mereka bicara sesuka hatinya terlebih dahulu.

Pelajari cara menggunakan bahasa tubuh, berikan kesan bahwa Anda menyetujui semua pendapatnya.

Bisa dengan mengatakan:

  • “Anda benar”,
  • “Saya sependapat dengan Anda” ,
  •  Pujilah sesuatu yang mereka banggakan.

Baru dengan alurnya, kita bisa ‘masuk’ ke penawaran produk/jasa kita.

Calon Klien Tinggi Hati

Calon Klien tipe ini adalah tipe yang mengetahui segala-galanya di dunia ini 😀 setidaknya menurut fikiran mereka sendiri.

Biarkan mereka memahami produk kita sesuai keinginannya.

Jangan coba-coba mengganggu “kesendiriannya” karena, bila kita menyela pendapatnya, bisa jadi kita akan mendapatkan cacian.

Bertanyalah seperti ini: “Apakah Anda sudah jelas tentang produk kami?” atau pertanyaan lain yang sejenis.

Tipe ini haus akan pujian. Penuhi ‘dahaganya’ akan pujian. Oleh karenanya pujilah mereka dengan sopan dan proporsional.

Calon Klien Pelit

Nah, untuk menghadapi calon klien tipe ini, kita mau gak mau harus memakai ilmu matematika kita 😀

Data kita harus lengkap, berikan hitung-hitungan setiap produk ata jasa yang kita tawarkan secara lengkap

Beritahu manfaat dan keuntungan jika dia memakai jasa kita

Jangan pernah mengabaikan perhitungan dan manfaat yang paling sepele sekali pun

Intinya, yakinkan bahwa calon klien akan mendapat untung atau manfaat lebih dengan penawaran kita.

Calon Klien Pembanding

Langkah yang perlu kita kuasai mirip dengan calon klien tipe pelit. Kuasai jasa kita atau produk kita semaksimal mungkin

Pelajari produk-produk sejenis kompetitor. Kembangkan wawasan kita terhadap kompetitor.

Kuasai ilmu presentasi agar mampu meyakinkan tipe pembanding

Jangan pernah bersedia masuk ke dalam jebakan membanding-bandingkan produk secara membabi buta. Jangan terlalu menjelek-jelekkan produk atau jasa kompetitor. Fokus pada kelebihan yang kita punya.

Intinya, kita bisa jadi hanya dijadikan sumber info oleh klien tipe ini sekedar untuk mengetahui harga.

Namun tipe ini tetap kita layani dengan baik karena tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti akan ada kerjasama.

Demikian sharing saya tentang Tips menghadapi calon klien. Saya harap ada masukan-masukan lain untuk kemajuan bersama. 🙂

Sumber : kompas.com

Desvi

Penulis: Desvi

Landscape Architect, sempat merasakan berkarir di Perbankan, kemudian menjadi Freelancer. Senang bisa berbagi di arsdesain.com.