Kesalahan Desain Interior

kesalahan desain interior

Kesalahan Umum dalam Desain Interior yang Sering Terjadi

Tidak peduli seberapa berpengalamannya seseorang dalam dunia desain interior, kesalahan kecil kadang masih bisa terjadi.
Beberapa tampak sepele, tapi dampaknya bisa besar terhadap kenyamanan dan estetika ruangan.
Artikel ini akan membahas kesalahan umum yang sering terjadi dalam desain interior—dan tentu saja, bagaimana cara menghindarinya.


1. Terlalu Banyak Warna dalam Satu Ruangan

Warna memang penting untuk menciptakan suasana, tapi penggunaan terlalu banyak warna bisa membuat ruang terasa kacau.
Sebaiknya gunakan aturan 60-30-10, yaitu 60 persen warna utama, 30 persen warna sekunder, dan 10 persen warna aksen.
Dengan cara ini, ruangan akan terlihat harmonis dan tetap menarik.


2. Pencahayaan yang Tidak Tepat

Pencahayaan sering kali dianggap sepele, padahal berperan besar dalam memperkuat suasana ruang.
Kesalahan umum adalah hanya mengandalkan satu sumber cahaya utama di tengah ruangan.
Padahal, idealnya pencahayaan dibagi menjadi tiga lapisan:

  • Ambient lighting (penerangan umum),
  • Task lighting (penerangan untuk aktivitas),
  • Accent lighting (penerangan untuk mempertegas elemen tertentu).

Gabungan ketiganya akan membuat ruangan tampak lebih dinamis dan nyaman.


3. Furnitur Tidak Proporsional

Menempatkan furnitur terlalu besar di ruangan kecil, atau sebaliknya, bisa mengganggu proporsi visual.
Sebelum membeli, pastikan kamu mengukur ukuran ruangan dan menyesuaikan skala furnitur.
Gunakan sketsa atau software desain untuk memastikan proporsi sudah pas.


4. Dekorasi Berlebihan

Banyak orang ingin menampilkan semua koleksi dekorasi mereka dalam satu ruangan.
Namun, terlalu banyak elemen dekoratif justru mengacaukan fokus visual.
Lebih baik pilih beberapa dekorasi utama yang memiliki nilai estetika tinggi, dan biarkan ruang “bernapas” dengan area kosong yang teratur.


5. Mengabaikan Fungsionalitas

Terkadang desain terlihat menarik, tapi tidak nyaman digunakan.
Misalnya, meja terlalu rendah, pencahayaan tidak cukup di area kerja, atau sirkulasi ruang terlalu sempit.
Desain interior yang baik tidak hanya indah, tetapi juga mendukung aktivitas sehari-hari secara efisien.


6. Tidak Mempertimbangkan Karakter Penghuni

Setiap ruang idealnya mencerminkan kepribadian penghuninya.
Desain yang bagus secara visual belum tentu cocok untuk semua orang.
Misalnya, klien dengan anak kecil tentu membutuhkan furnitur yang aman dan tahan lama, bukan meja kaca dengan sudut tajam.
Desain yang tepat harus menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup penggunanya.


Catatan penting:

Desain interior yang sukses adalah hasil dari keseimbangan antara estetika, fungsi, dan kenyamanan.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, kamu bisa menciptakan ruang yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyenangkan untuk dihuni dalam jangka panjang.


Butuh Bantuan Visualisasi?

Tim arsdesain.com siap membantu mewujudkan desain interior kamu menjadi 3D render yang realistis dan profesional, agar kesalahan desain bisa diminimalisir sejak tahap konsep.
Konsultasi gratis bisa kamu lakukan langsung melalui WhatsApp di halaman kontak kami:

Haries memulai arsdesain untuk berbagi pengetahuan seputar arsitektur & desain.Selamat datang di arsdesain.com

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.