Perbedaan Material PBR dan Non-PBR dalam Dunia Rendering
Pembuka
Kalau kamu sudah sering melakukan rendering di SketchUp, Enscape, atau software lain, pasti sering mendengar istilah PBR dan non-PBR. Sekilas keduanya tampak sama, tapi sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup besar dalam menghasilkan tampilan material yang realistis.
Artikel ini akan membahas perbedaan PBR dan non-PBR secara sederhana agar kamu tahu kapan harus menggunakan salah satunya, terutama saat ingin mendapatkan hasil render yang lebih profesional.
1. Apa Itu Material PBR?
PBR adalah singkatan dari Physically Based Rendering.
Teknologi ini mensimulasikan bagaimana cahaya berinteraksi dengan permukaan material secara fisik. Artinya, hasil pantulan, kilau, dan bayangan dari material dibuat berdasarkan kondisi dunia nyata.
Material PBR biasanya terdiri dari beberapa map seperti:
- Base Color (warna dasar)
- Roughness (tingkat kekasaran permukaan)
- Metallic (tingkat logam)
- Normal Map (detail permukaan)
- Ambient Occlusion (bayangan halus)
Dengan kombinasi ini, hasil render tampak jauh lebih realistis karena cahaya merespons setiap detail permukaan dengan benar.
2. Apa Itu Material Non-PBR?
Material non-PBR adalah jenis material tradisional yang tidak sepenuhnya mengikuti prinsip fisik pencahayaan.
Biasanya hanya menggunakan satu atau dua tekstur seperti Diffuse dan Bump Map.
Akibatnya, hasil render kadang terlihat terlalu mengilap, datar, atau tidak konsisten dengan lingkungan sekitarnya.
Meski begitu, non-PBR masih sering digunakan karena lebih ringan dan cepat, terutama untuk proyek yang tidak membutuhkan detail realistik tinggi.
3. Kapan Sebaiknya Menggunakan PBR?
Gunakan material PBR ketika kamu ingin hasil visual yang mendekati foto asli, misalnya untuk:
- Presentasi proyek klien,
- Portofolio profesional,
- Visual promosi properti.
Sementara non-PBR cocok untuk pekerjaan ringan seperti modeling cepat, konsep awal desain, atau proyek yang tidak membutuhkan kualitas render tinggi.
4. Tips Menggunakan Material PBR di Enscape atau SketchUp
- Pastikan semua map material tersimpan dalam satu folder agar tidak hilang saat file dipindah.
- Gunakan resolusi tekstur 2K atau 4K untuk hasil terbaik.
- Hindari mengatur kilau (glossiness) terlalu tinggi karena bisa membuat material tampak plastik.
- Gunakan lighting yang seimbang agar refleksi material PBR terlihat alami.
Catatan penting:
Perbedaan antara PBR dan non-PBR sebenarnya ada pada tingkat realisme yang dihasilkan.
PBR lebih realistis dan sesuai fisika cahaya, sedangkan non-PBR lebih ringan dan cepat.
Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa menyesuaikan penggunaan material sesuai kebutuhan proyek dan spesifikasi komputer yang kamu gunakan.
Butuh Bantuan Visualisasi?
Tim arsdesain.com siap membantu mewujudkan ide desainmu menjadi gambar 3D yang realistis dan profesional.
Konsultasi gratis bisa kamu lakukan langsung melalui WhatsApp






