Sangsi FIFA untuk Arsitektur

Apakah ada pelajaran yang bisa dipetik dari sangsi FIFA untuk dunia Arsitektur?

Artikel Arsitektur – Memang terkesan nyeleneh jika mencari-cari hubungan sangsi FIFA terhadap Arsitektur. Bahkan bisa jadi terkesan artikel asal atau artikel sampah.

Namun bila kita ikuti perkembangan berita diberbagai media mengenai seputar sangsi FIFA, kita akan mendapat pelajaran berharga dalam berorganisasi.

Pengamat sepakbola asal Papua mengatakan:

“Dengan adanya ‘suspend’ dari FIFA, mudah-mudahan akan memberikan pelajaran berharga buat PSSI untuk ke depan agar lebih peduli lagi dalam melakukan pembinaan dan pembenahan.”

Menanggapi situasi itu, pengamat sepak bola Indonesia Ronny Pangemanan memberikan komentarnya. Menurutnya, sanksi ini bisa jadi pelajaran bagi Indonesia:

“Jalan terbaik dengan kejadian ini, demi menyelamatkan nasib banyak orang, Kemenpora dan PSSI harus duduk bersama cari solusi agar FIFA mencabut sanksinya. Harus buang ego dan melihat jauh ke depan untuk Indonesia yang lebih baik. Semua bisa diatasi bila kedua belah pihak islah.”

Kata kunci dari komentar-komentar tersebut adalah:

  • Mengambil pelajaran untuk Perencanaan kedepan
  • Pembinaan & pembenahan
  • Melihat Orientasi dan Skala prioritas berbagai sisi
  • Kesampingkan ego untuk solusi terbaik.

Ke-empat poin tersebut tentunya merupakan pelajaran penting untuk sebuah Sinergi Team work. Namun dampak langsung untuk Arsitektur perkotaan adalah:

  • Hilangnya keramaian iring-iringan para pendukung Klub sepakbola dari wajah kota
  • Sepinya Stadion-stadion sepakbola yang membuat suasana Kota menjadi lebih ‘bergairah’.
  • Spanduk-spanduk dan Baliho pertandingan Sepakbola Nasional maupun Internasional, sementara waktu akan tidak ‘menghiasi’ wajah Arsitektur Kota.
  • Proyek Arsitektur & Interior yang bersinggungan dengan Sepakbola Nasional akan berkurang drastis
  • Dan mungkin masih ada lagi dampak lainnya  😀

Yang jelas Juara Piala dunia hanya satu negara setiap kompetisi digelar, begitupula Piala Asia. Prestasi Indonesia sering dijuluki spesialis partai Final di ajang Sea Games dan piala AFF (Ini sebenarnya prestasi lho… Belum lagi prestasi Timnas U-19 yang menjuarai AFF dan mengalahkan Tim raksasa Asia, Korea Selatan.

Satu lagi sebagai penutup, Inggris yang terkenal dengan kemajuan dibidang Sepakbola, kapan terakhir kali merasakan trofi Juara? Mungkin kalau tidak salah, tahun 60 an ya?

Namun Inggris yang minim prestasi Timnas, dibarengi dengan kesuksesan Kompetisi Premiere League dengan Klub-klub ber level elite Eropa.

Kompetisi dalam negeri (ISL) sebenarnya cukup baik terbukti Qatar National Bank(QNB) dan mampu menjadi lapangan kerja para pesepakbola di lebih dari 700 klub dan berbagai lapangan kerja disekelilingnya.

Saya berharap dengan keseriusan pemerintah, Indonesia nantinya akan memiliki Stadion-stadion yang lebih banyak dengan Arsitektur yang mumpuni untuk kebanggaan, kenyamanan dan keindahan kota juga nantinya.

 

 

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain.

You May Also Like

%d blogger menyukai ini: