Titanic

Titanic, Andai mereka bisa memanfaatkan ruang yang ada, ending ceritanya jadi lain

Artikel Arsitektur – Pastinya Anda sudah pernah menyaksikan Film Titanic kan?

  • kisah percintaan dua anak manusia yang tidak lekang dimakan masa. Di kapal naas tersebut, Rose yang diperankan oleh Kate Winslet, sedang dalam perjalanan untuk menikah dengan seorang pengusaha kaya, yang juga sekapal dengannya.
  • Namun dalam pelayaran kapal Titanic yang ingin berusaha memecahkan rekor pelayaran lintas Atlantik, Rose ternyata jatuh cinta kepada seorang pemuda miskin yang bernama Jack Dawson, yang diperankan oleh aktor Leonardo DiCaprio.
  • Jack, seorang artis dan penumpang kelas tiga mampu menyalakan api cinta dalam Rose sehingga mereka pun terlibat dalam sebuah kisah cinta yang menyentuh hati.
  • Kisah kasih Jack dan Rose berakhir ketika kapal Titanic menghantam sebuah gunung es di laut Arctic.

Saya bukan mau membahas Film yang berhasil memperoleh berbagai penghargaan, seperti memborong 11 piala Oscar dari Academy Awards, yakni untuk kategori:

  • Best Picture,
  • Best Cinematography,
  • Best Sound,
  • Best Music, Song,
  • Original Dramatic Score,
  • Best Film Editing,
  • Best Effect,
  • Visual Effect,
  • Best Effect,
  • Sound Effect,
  • Best Director,
  • Best Art Direction-Set Decoration, dan
  • Best Costume Designs.

“Tapi, saya hanya menyayangkan, bila saja si Tokoh dalam Film Titanic (Jack & Rose) mempunyai pemahaman tentang pemanfaatan ruang yang lebih baik, mungkin akhir cerita di film itu akan berubah menjadi Happy ending.”  😀

Artikel ini bermaksud membuka wawasan kita akan pentingnya keahlian melihat ruang.

“Does anyone have an alternative solution to overcome the narrow space solution for the case in this titanic movie?”

Bicara tentang keahlian penataan tata letak Interior di ruang sempit adalah tantangan tersendiri bagi setiap designer. Jika kondisi memang mengharuskan Anda memiliki ruang sempit,  kita bisa ‘menyulap’ ruang tamu kecil menjadi ruangan yang nyaman, elegan, terlihat modern dan lebih ‘hidup’. Tentu saja untuk merealisasikan semua itu butuh sentuhan desain yang tepat. Keseimbangan antara furniture ruang dan pilihan warna yang sesuai dengan karakter ruang itu sendiri.

Untuk kasus diluar konteks arsitektur, keahlian memanfaatkan ruang sempit juga diperlukan.

“Mungkin ada rekan-rekan yang bisa menambahkan beberapa alternatif lainnya pemanfaatan ruang untuk image diatas?” 😀

Sumber: facebook.com/VirginRadioLebanon

Haries mulai Oktober 2022 ini berkomitmen untuk mulai kembali menulis artikel. Spontan langsung via ponsel. Mengembalikan gairah 'ngeblog'. Bahasa yang digunakan seperti saat 'ngetik' di WhatsApp, jadi tidak EYD, apa adanya. Kritik dan saran amat sangat berarti untuk arsdesain.com

You May Also Like