Kategori
Catatan Haries

Architect Vs Vampire

Vampire menggerogoti Kemampuan Arsitek

Ini bukan cerita fiktif belaka, bahkan banyak profesional yang bergerak di bidang Konstruksi tidak menyadarinya. Khususnya kalangan Arsitek.

Vampire Arsitek bergentanyangan mencari mangsa di lingkungan kerja. Ini fakta yang terjadi di beberapa perusahaan Konstruksi.

Saya berkesempatan menyaksikan langsung fenomena ini terjadi. Sayang nya arsdesain.com tidak sanggup melakukan interview terhadap Vampire secara langsung.

Namun secara tersirat Vampire Perusahaan itu mengeluarkan pernyataan berikut:

“Apabila Vampire perusahaan telah benar-benar menjadi Vampire… Tidak ada seorang pun yang tau bahwa Perusahaan itu telah menjadi Vampire…bahkan Perusahaan itu sendiri.”

Kepuasan kerja menjadi seorang arsitek apabila mampu memberikan yang terbaik melalui karya-karyanya.

Pandangan mengenai profesi arsitek profesional dan perannya dalam dunia kerja:

  • Profesi arsitek adalah sebagai perantara untuk menangkap keinginan dari pemberi tugas yang diwujudkan dalam gagasan kreatif ( gambar rancangan ).
  • Mampu melayani kepentingan masyarakat luas dan memperhatikan lingkungan binaan di wilayah proyek yang direncanakan.

Namun seorang Arsitek akan mengalami ‘penggembosan’ keahliannya bila terperangkap bekerja di Perusahaan yang menjadi Vampire Arsitek.

Vampire Arsitek masuk kedalam sebuah perusahaan mengalir melalui sistem struktur organisasi dan job description yang salah kaprah dalam memposisikan peran dan kualifikasi Arsitek di dalam proses jasa Konstruksi, Arsitek tidak dilibatkan atau sedikit dilibatkan dalam proses dan koordinasi jalannya proyek.

Pada akhirnya seorang Arsitek tak ubah nya hanyalah menjadi ‘tukang gambar plus plus’ perusahaan.

Sejatinya, peran Arsitek dalam dunia kerja arsitektur dapat berada di Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, Developer.

baca: Peran Arsitek series (I-VII)

Jadi, bila rekan-rekan Arsitek mulai merasa tidak ‘dimaksimalkan’ kemampuan ke-Arsitekturan’ nya di perusahaan tempat bekerja, maka jadilah pro aktif dengan update skill dan kemampuan~pengetahuan agar tidak menjadi Arsitek yang ‘terbelakang’ dalam menjalankan profesinya.

Bisa juga menerima pekerjaan freelance (paruh waktu) yang pada umumnya Arsitek memiliki klien walaupun berstatus karyawan di perusahaan.

Baca: Freeance designer

Atau bisa juga Arsitek mengalahkan Vampire tersebut sehingga kemampuannya sebagai Arsitek menjadi optimal di perusahaan tempatnya bekerja.

Jika tidak sanggup, sudah saat nya Arsitek tersebut cari perusahaan / biro arsitek yang sehat ataupun beralih menjadi seorang Arsitek profesional.

Semoga Vampire yang kalah 🙂

 

 

 

 

 

Mari berbagi pengetahuan

Oleh Haries

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain.