Hari Tanpa Tembakau Sedunia Bagi Arsitektur

Dunia arsitektur harusnya menjadi salah satu  yang paling gencar mendukung kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Bagaimana lingkungan binaan bisa berkualitas bila polusi asap rokok bertebaran dimana-mana?

Rokok mungkin saja masih menjadi ‘citra’ para pencari ide dalam kesehariannya.

Kalau tidak merokok, ide seketika buntu, hilang mood, proses desain tersendat.

Terdengar berlebihan memang bagi sebagian orang, bila dikatakan rokok ada kaitannya dengan proses desain.

Kenyataannya memang demikian. Mungkin sugesti yang tertanam kuat sudah menjadi habit para pekerja seni sulit lepas dari rokok. Termasuk arsitek salah satunya.

“Berhenti merokok bisa menyebabkan sakit kepala dan gangguan fisik lainnya, serta masalah psikologis. Ini adalah tanda kecanduan.”

Dalam momen Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini, arsdesain mengumpulkan info dari berbagai sumber seputar peringatan tersebut.

Juga tips ampuh bagi Anda ataupun orang yang Anda sayangi, yang berniat untuk berhenti merokok.

Hidup memanglah pilihan, tapi pikirkan juga dampak merokok bagi lingkungan dan terutama anak-anak. Generasi muda.

Asal Muasal Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia

WHO organisasi kesehatan dunia memperkenalkan pertama kali Hari tanpa tembakau sedunia. Agar masyarakat dunia ini tahu masalah dan juga komplikasi mengunyak atau merokok tembakau.


Pecanangan tersebut bertepatan dengan ulang tahun WHO yang ke 40 pada tanggal 7 April 1988.

Dengan adanya peringatan ini diharapkan akan memberi dorongan kepada orang untuk mengurangi atau bahkan menghentikan mengkonsumsi tembakau di dalam bentuk apapun di seluruh dunia.

BACA JUGA :

Saat desain tak kunjung selesai, teruskan proses Sketsa

Dampak tembakau menurut data statistik

Kampanye ‘World No Tobacco Day 2018’ juga ditujukan untuk mengatasi epidemi tembakau dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kontribusinya dalam menyebabkan kematian dan penderitaan jutaan orang secara global.

Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan penyakit :

  • Jantung koroner,
  • Stroke, dan
  • Penyakit pembuluh darah perifer.

Penyakit kardiovaskular (CVD) membunuh lebih banyak orang, daripada penyebab kematian lainnya di seluruh dunia.

Data Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) tahun 2016, prevalensi merokok secara nasional di Indonesia adalah 28,5%.

Upaya pemerintah Indonesia terkait tembakau

Di Indonesia upaya pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular dilakukan dengan ‘CERDIK’, yaitu :

  • Cek kesehatan secara berkala,
  • Enyahkan asap rokok,
  • Rajin aktivitas fisik,
  • Diet sehat seimbang,
  • Istirahat yang cukup, dan
  • Kelola stres.

Momentum Hari Tanpa Tembakau Dunia pada hari Kamis, 31 Mei 2018, mengingatkan kita semua akan dampak buruk tembakau terhadap kesehatan jantung (tobacco and heart disease).

Layanan Konseling bebas pulsa

Selain fokus pada program Kawasan Tanpa Asap Rokok, inovasi terbaru yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan yaitu Layanan Konseling bebas pulsa di nomor 0800-177-6565. (08.00-16.00 WIB)

Layanan tersebut dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin berkonsultasi terkait upaya berhenti merokok atau terkait kesehatan dari dampak rokok.

Layanan ini telah diresmikan oleh Menteri Kesehatan sejak 2016.

Kawasan tanpa asap rokok

Untuk mengatasi permasalahan bahaya rokok ini, Kementerian Kesehatan melakukan advokasi serta sosialisasi penerapan Kawasan Tanpa Asap Rokok di tujuh tatanan termasuk di dalam lingkungan keluarga.

Pengawasan dari lingkup terdekat merupakan cara yang sangat efektif untuk menurunkan angka kecanduan rokok pada anak-anak dan remaja yang dapat mengancam kualitas generasi penerus.

5 Trik Berhenti Merokok di Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Sarah Jarvis (Dokter keluarga liputan dari Daily Star) mengatakan, “Berhenti merokok bisa menyebabkan sakit kepala dan gangguan fisik lainnya, serta masalah psikologis. Ini adalah tanda kecanduan,” Rabu (31/5/2017).

Meski bukan hal yang mudah, namun menurut dokter Sarah Jarvis, hal ini bukan berarti tak bisa dilakukan.

Untuk itu, dia memberikan tip yang mungkin bisa Anda coba, seperti:

  1. Tuliskan

Semua orang memiliki motivasi untuk berhenti merokok. Entah untuk alasan kesehatan, keluarga atau finansial. Tulis motivasi tersebut dan taruh di tempat yang terlihat.

Setiap kali Anda merasa ingin merokok, bacalah dan ingatkan diri Anda untuk menyerah atau mengurangi keinginan untuk merokok.

  1. Minum lebih banyak air

Meningkatkan asupan air akan membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi keparahan sakit kepala akibat berhenti merokok.

  1. Temukan cara baru untuk bersantai

Salah satu alasan orang merokok adalah membantu mereka menghilangkan stres atau bersantai. Jadi Anda harus menemukan cara baru untuk mengurangi stres. Cobalah untuk pijat, mandi lama, atau menghabiskan waktu bersosialisasi dengan teman dan keluarga untuk melepas lelah.

  1. Olahraga

Aktivitas fisik telah terbukti mengurangi hasrat merokok dan meningkatkan mood dan tingkat energi Anda.

  1. Simpan uang anda

Cobalah dan letakkan uang yang biasanya Anda habiskan untuk rokok ke tempat yang aman. Idealnya, Anda bisa menyimpannya dalam sebuah toples atau botol transparan.

Setelah beberapa bulan tanpa rokok, lihat hasilnya. Anda bisa menggunakan uang tersebut untuk hal lain yang lebih berguna.

Harapan dampak kesadaran bahaya rokok terhadap pembangunan dan lingkungan hidup

Dengan hadirnya program-program pemerintah tersebut, diharapkan pengendalian terhadap dampak buruk merokok dapat berjalan signifikan sehingga penurunan persentase perokok di Indonesia dapat menurun.

Dengan demikian kualitas kesehatan generasi muda Indonesia akan semakin berkualitas. Dampaknya adalah pembangunan di Indonesia juga menjadi lebih meningkat.

Sumber :

dokter wikan 

liputan6.com

Haries

Penulis: Haries

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.