The Lowline

The Lowline, Menjawab keterbatasan Ruang Hijau di tengah Kota

Artikel Arsitektur – Bertapa seringnya  kita jumpai anak-anak di Jakarta bermain di tengah jalan. Bahkan kalau ada yang mau melihat Street Ball yang sebenarnya, datanglah ke Jakarta.

artikel arsitektur_street ball

Sulit untuk sepenuhnya menyalahkan anak-anak untuk ‘kelakuan’ mereka bermain di tengah jalan. Mereka berprilaku seperti itu dikarenakan habisnya lahan bermain.

“Jujur saja, saya ‘geregetan’ mendapati taman-taman di perumahan yang berubah fungsi mejadi lahan parkir mobil.”

Bahkan ada saya dapati, taman yang semula dikelilingi jalan kecil, dirubah fungsinya menjadi jalan aspal.

Fenomena Taman yang dirubah menjadi lahan parkir bisa jadi sudah banyak terjadi di kawasan pemukiman kota Jakarta dan juga Kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Padahal, fungsi Taman sangat dibutuhkan bagi sebuah lingkungan perkotaan.

Taman Kota bisa dianalogikan sebagai paru2 alam yang memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas udara.

Fungsi taman kota diantaranya adalah sebagai berikut:

Fungsi Hidrologis

Taman kota yang meupakan ruang terbuka hijau mendapat peran dalam membantu fungsi hidrologis dan hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir.

Pepohonan melalui perakarannya, mampu meresapkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air dalam tanah ( water shaving ) semakin meningkat dan jumlah aliran limpasan air juga berkuran yang akan mengurangi terjadinya banjir.

Diperkirakan, untuk setiap 1 hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per-tahun, dengan demikian potensi kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat di atasi.

Fungsi kesehatan

Taman yang penuh dengan pohon, dapat di analogikan sebagai paru2 kota dan merupakan produsen oksigen yang belum tergantikan fungsinya. Setiap 1 hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna di konsumsi 1500 penduduk per-hari sehingga dapat bernafas dengan lega.

Fungsi ekologis

Yaitu sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak buah dan biji2an merupakan habitat yang baik bagi burung2 untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung2 untuk berkembang biak.

The Lowline

Pembangunan Taman yang akan dilakukan Kota New York mungkin adalah solusi sulitnya mendapatkan lahan untuk ruang terbuka hijau.

The Lowline will be located at the former Williamsburg Bridge Trolley Terminal in the Lower East Side of Manhattan. The site is said to be located in “one of the least green areas of New York City,” meaning it would be a welcome addition. Its close proximity to the Essex Street subway stop, meanwhile, would provide access for visitors and footfall from commuters.

Artikel arsitektur_the lowline 02

Taman yang secara harfiah berada di bawah tanah dijadwalkan segera hadir di Manhattan, New York, Amerika Serikat dalam tiga sampai empat tahun ke depan.

“How can we build more green space in our cities? What if the answer lay just below our feet?”

Taman bernama The Lowline ini rencananya akan dibangun di lokasi bekas terminal troli bawah tanah yang sudah tidak digunakan sejak 1948 silam.

Tim The Lowline saat ini sedang melakukan pendekatan intensif dengan pihak Dewan Kota New York agar meloloskan proposal pembangunan taman bawah tanah ini. Di terminal yang membentang seluas kurang lebih 4.047 meter persegi itu nantinya akan dibangun sebuah taman layaknya taman umum lainnya, dimana siapa pun bebas menikmati taman itu bersama teman atau orang-orang terkasih.

Artikel arsitektur_the lowline 03

In order to provide the light that plants and trees need to grow and to illuminate the space generally, sunlight will be collected via reflective parabolas above ground. These will be placed in areas that receive plenty of sunlight throughout the year and will be able to align themselves to face the sun as it moves, maximizing exposure.

Di taman itu juga akan terdapat berbagai tumbuhan, yang didesain dapat tumbuh dengan menggunakan teknologi modern. “Kami bekerja sama dengan James Ramsey dari Raad Studio untuk menciptakan teknologi yang memungkinkan cahaya matahari langsung masuk ke dalam taman,” terang keterangan resmi The Lowline dalam situsnya, thelowline.org.

Artikel arsitektur_the lowline 01

Work is ongoing with the Metropolitan Transportation Authority and the City of New York, to bring the Lowline to fruition. It is hoped that construction will begin by 2017 and the park will open the following year.

Selain fasilitas publik, saat dibuka untuk umum pada 2018 mendatang, The Lowline juga akan terdiri dari berbagai fasilitas ritel terkemuka. Selain itu, The Lowline juga terhubung dengan stasiun bawah tanah Essex Street Subway.

Sumber: thelowline.org

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain.

You May Also Like

%d blogger menyukai ini: