Material Tripleks Penentu Harga Jual Furniture

Material Tripleks

Pernah berkunjung ke pameran Interior? Furniture dengan bentuk dan tampilan finishing yang sama, karena berbahan dasar jenis material tripleks yang berbeda maka mempunyai harga bervariasi.

Artikel ini akan membuka wawasan kita  tentang material Tripleks yang menjadi salah satu penentu utama harga jual sebuah furniture.

Ada harga ada kualitas. Tentunya Anda harus teliti dan perjelas untuk kebutuhan apa Anda akan membeli sebuah furniture.

Apakah lebih memilih modelnya? Kualitasnya? Atau keduanya?

Atau lebih mempertimbangkan furniture ramah lingkungan?

Banyak faktor para pembeli dalam memutuskan pilihan.

Era sebelum ditemukan Material Tripleks

Tripleks atau Plywood (Kayu lapis) adalah salah satu produk kayu olahan yang banyak digunakan dalam dunia desain dan konstruksi.

Sebelum ditemukan material Tripleks, furniture dibuat dengan menggunakan kayu solid.

Kayu yang biasa dipakai di Indonesia untuk furniture adalah :

  • Kayu jati,
  • Kayu  nyatoh,
  • Kayu sungkai,
  • Kayu  mahoni,
  • Kayu pinus,
  • Kayu ramin dan
  • Kayu cedar.

Pengertian tentang Material Tripleks

Keberadaan kayu solid semakin langka dan mahal, sehingga limbah kayu pun dimanfaatkan dan diolah untuk bahan dasar pembuatan furniture.

Tripleks adalah salah satu produk kayu olahan dari bahan kayu solid.

Produk ini terbuat dari lembaran kayu tipis yang biasa disebut veneer.

Setiap veneer disusun saling tindih dengan arah serat yang saling melintang lalu dilekatkan di bawah tekanan yang besar.

Ketebalan tripleks juga bervariasi mulai 0,8 mm hingga 25 mm.

Kelebihan dan Kekurangan Material  Tripleks

Pengetahuan mengenai kelebihan dan kekurangan tripleks bermanfaat bagi Anda yang memutuskan untuk menggunakan produk ini.

Kelebihan Tripleks.

Tripleks adalah material yang dianggap sangat praktis digunakan dibandingkan jenis produk kayu lainnya. Produk ini juga memiliki daya tahan penyusutan yang bagus sehingga tidak mudah berubah. Selain itu tripleks juga bisa didapatkan dengan ukuran dan ketebalan yang lebih variatif dibanding jenis kayu solid.

Kekurangan Tripleks.

Tripleks tidak memiliki ketahanan terhadap cuaca yang begitu baik dibanding produk kayu lain terutama kayu solid. Dengan demikian, produk berbahan tripleks jarang direkomendasikan untuk keperluan outdoor. Karena lembarannya yang sangat lebar namun tipis, tripleks juga rentan rusak bila tidak digunakan dengan hati-hati.

Penggunaan Material Tripleks

Tripleks adalah produk kayu olahan yang banyak digunakan sebagai bahan dasar produk desain dan konstruksi.

DSelain untuk furniture. dalam konstruksi bangunan, material ini biasa dimanfaatkan untuk cetakan struktur, penyekat ruang, pintu, dinding, lantai hingga jendela.

Material ini juga banyak dimanfaatkan dalam konstruksi alat-alat transportasi seperti sebagai pelapis dinding bagian dalam, atap kereta api, hingga dinding kereta api.

Perawatan Material Tripleks

Perawatan disesuaikan dengan karakter tripleks.

Karena tripleks adalah produk kayu olahan, maka produk ini tidak begitu tahan terhadap lingkungan outdoor.

Sebaiknya tempatkan tripleks pada posisi yang tidak langsung terkena paparan sinar matahari.

Bahkan meskipun posisinya berada dalam ruangan.

Selain itu pastikan pula Anda merawat produk ini dengan standar perawatan kayu pada umumnya.

Teknik Pembuatan Tripleks [Wikipedia]

Teknik pembuatan tripleks telah ditemukan sejak abad ke-17, namun baru sekitar akhir abad ke-19 kayu lapis diproduksi secara komersial untuk pembuatan peti teh.

Kayu lapis yang digunakan untuk pembuatan peti memiliki tiga lapisan sehingga biasa disebut three-ply, atau tripleks di Indonesia.

Lapisan atau veneer yang mengkomposisi sebuah kayu lapis harus relatif tipis, bila tidak maka kayu lapis cenderung mudah menyusut atau terdistorsi karena kekuatan adhesif perekatnya kalah kuat dibanding beban kayu veneer.

Karenanya, pembuatan kayu lapis yang lebih tebal tidak dilakukan dengan menebalkan lapisan veneer, melainkan menambah jumlah lapisan itu.

Kayu lapis yang terdiri lebih dari tiga lapisan, yang biasa disebut multiply.

Terkadang, kayu lapis yang terdiri dari lima lapisan disebut sebagai five-ply.

Lapisan kayu lapis harus selalu dibuat dalam jumlah ganjil untuk menciptakan konstruksi kayu yang seimbang. Bagian tengah kayu lapis, atau biasa disebut central core, biasanya relatif lebih tebal dibanding veneer namun dengan kepadatan yang lebih rendah agar hasil akhir kayu lapis tidak menjad terlalu berat.

Penyusunan urat kayu (grain) pada setiap lapisan veneer harus diatur sedemikian rupa sehingga urat lapisan veneer yang di bawah tegak lurus dengan urat lapisan veneer di atasnya untuk menciptakan kayu lapis yang merekat dengan kuat.

Untuk mempermudah pengaturan urat tersebut, biasanya kayu yang menjadi bahan dasar kayu lapis terbuat dari spesies pohon yang sama.

Berbagai Ukuran Tripleks

Ukuran standar tripleks buatan Indonesia adalah 2440 mm x 1120 mm atau 96 inch x 48 inch (8 feet x 4 feeet).

Sedangkan ketebalan triplek standar bervariasi mulai dari 3 mm sampai 32 mm.

Triplek ukuran standar seringkali dibedakan hanya dari ketebalannya. Berikut beberapa ukuran triplek buatan Indonesia :

  • Triplek 3 mm, berukuran 2440 mm x 122 mm x 3 mm (96 inch x 48 inch x 1/8 inch)
  • Triplek 6 mm, berukuran 2440 mm x 122 mm x 6 mm (96 inch x 48 inch x 1/4 inch)
  • Triplek 9 mm, berukuran 2440 mm x 122 mm x 9 mm (96 inch x 48 inch x 3/8 inch)
  • Triplek 12 mm, berukuran 2440 mm x 122 mm x 12 mm (96 inch x 48 inch x 1/2 inch)
  • Triplek 15 mm, berukuran 2440 mm x 122 mm x 15 mm (96 inch x 48 inch x 5/8 inch)
  • Triplek 18 mm, berukuran 2440 mm x 122 mm x 18 mm (96 inch x 48 inch x 3/4 inch)
  • Triplek 25 mm, berukuran 2440 mm x 122 mm x 25 mm (96 inch x 48 inch x 1 inch)
  • Triplek 32 mm, berukuran 2440 mm x 122 mm x 32 mm (96 inch x 48 inch x 1-1/4 inch)

Beberapa produk triplek impor yang ada di pasaran memiliki ukuran yang sedikit berbeda dengan ukuran standar di atas.

Kualitas Tripleks sebagai Produk Kayu olahan

Sebagaimana dibahas diawal artikel, kualitas Triplrks sebagai kayu olahan mempengaruhi harga jual sebuah furniture.

Jika dibandingkan material kayu olahan lainnya, Tripleks adalah yang terbaik dan terkuat.

Banyak keluhan lepasnya engsel pintu furniture dikarenakan menggunakan bahan kayu olahan selain tripleks. Misalnya menggunakan MDF, Partikel board, Blockboard.

Demikian uraian singkat mengenai material tripleks, semoga ada manfaat.

BACA JUGA :

‘Cara Bego’ Usaha Furniture, mengulas step by step untuk memulainya.

Fahami Hal Mendasar Ini Jika Mau Banyak Pelanggan Setia.

Ide-ide desain rumah minimalis

Ide-ide desain furniture

Kumpulan foto-foto Arsitektur peninggalan masa kolonial di Indonesia

Sumber : Wikipedia

Haries

Penulis: Haries

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.