‘Cara Bego’ Usaha Furniture

usaha furniture

‘Cara  Bego’ Usaha Furniture mungkin merupakan jenis artikel ‘berbau’ provokasi. Perlu diperhatikan bahwa memulai suatu usaha haruslah membuat perencanaan yang matang. Start up bisnis, marketing Plan, marketing tools dan sebagainya.

Dalam kesempatan ini saya sharing ‘cara bego’ memulai usaha Furniture.

Memulai Usaha Furniture untuk Anda yang masih bekerja

Mengapa judulnya kok provokatif sekali ya?

Ya, cara bego. Mengapa demikian? Karena terlalu simple dan mudahnya jika kita sudah terlatih menjalankannya.

Jadi itu hanyalah bahasa kiasan.

Artikel ini akan bermanfaat untuk Anda yang ingin memulai usaha Furniture dengan keterbatasan waktu, tenaga, dan tentunya modal.

Sebagai Arsitek ataupun designer, atau bahkan apapun profesi Anda saat ini, saya sarankan  dimulai sebagai pekerjaan sampingan diluar pekerjaan utama Anda.

Kalau sudah berjalan, tinggal keputusan Anda lah yang menentukan apakah tetap menjadi usaha sampingan atau beralih profesi menjadi full bisnis owner.

 

Dua hal penting untuk memulai usaha furniture

Dua hal berikut ini adalah modal utama yang harus Anda miliki untuk memulai usaha furniture :

  • Rekanan pembuat Furniture, yang memiliki workshop sendiri menjadi nilai tambah. Dan kemampuan Delivery/penyetelan Furniture di lokasi. (Rekanan Jasa pembuatan Furniture)
  • Rekanan Arsitek/Designer/Drafter untuk proses desain menjadi lebih cepat

Alur kerja usaha furniture

Cara sederhananya sebagai berikut:

  1. Dapatkan Calon customer
  2. Proses Design
  3. Penawaran Harga
  4. Deal harga dengan customer dan rekanan kerja
  5. Controlling

Karena konteks nya adalah menjalankan usaha Furniture sebagai pekerjaan sampingan, ada beberapa kendala dan keterbatasan ruang gerak usaha.

Solusinya adalah Pendelegasian tugas dengan baik.

Jangan anggap remeh usaha Furniture walaupun dijalankan sebagai pekerjaan sampingan. Bahkan usaha ini kelak nantinya akan menjadi bisnis utama Anda.

Misalkan, saya beri contoh kasus untuk lebih jelasnya:

  • Anda dapat proyek, kemudian
  • Proses Desain, proses Drafting
  • Dari design yang sudah deal, Anda dapatkan harga dari rekanan kerja (Tukang/ pemilik usaha pembuatan Furniture). Misalkan: 50 Juta, dengan perjanjian harga tersebut sudah termasuk materia, ongkos kerja, biaya pasang di lokasi.
  • Anda perhitungkan harga jual ke Customer. Misal: 60 juta.
  • Anda buat sistem pembayaran berdasarkan DP pertama 50% (Misalkan).
  • 30 juta (DP 50%)  itu, Anda gunakan untuk belanja kebutuhan Tukang kerja.
  • Sisa pembayaran yang 50%, adalah sisa pembayaran ke rekanan kerja dan keuntungan Anda.
  • Variasi-variasi system, prosentase/termin pembayaran, hubungan /alur kerja tersebut bermacam-macam. Berkembang sesuai riser & pengalaman Anda.

Sistem diatas dapat berjalan tanpa menggaggu pekerjaan utama Anda.

Kuncinya ada pada kualitas kontroling Anda, disamping rekanan berkualitas.

Tentunya, kita sebagai seorang karyawan harus bekerja secara profesional.

Manfaatkan kemajuan teknologi komunikasi di era digital sekarang ini.

BACA JUGA :

Teknik Menaikkan Omzet

Tips Agar memiliki banyak pelanggan setia

Mental Blok dalam pemasaran

Beginilah cara menghadapi Klien

Demikian sharing singkat menjalankan usaha furniture dalam konteks sebagai pekerjaan sampingan (Freelance), bahasan sejenis  akan saya sharing di artikel-artikel berikutnya. Atau mungkin Anda dapat sharing pengalaman yang lebih baik dan tips.

 

Salam Ispiratif,

Berbagai sumber : Google

 

Haries

Penulis: Haries

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.