Lego X

Converts Creations into 3D Models in Real Time

Artikel Arsitektur – Ayo siapa yang masa kecilnya tidak merasakan bermain lego, coba ‘nyengir’ sejenak 😀 Bisa dipastikan akan sangat jarang diantara kita yang belum pernah bermain Lego.

Pada saat anak-anak bermain Lego, mereka tak akan merasa sedang belajar. Padahal dengan bermain Lego, banyak pelajaran dan manfaat untuk perkembangan anak.

“Does Lego X, will be be a better alternative than the pencil sketch showing the shape of a design idea.”

Lego X_06

Anak-anak yang yang bermain dengan Lego mengalami perkembangan dari segi kognitif, bahasa, fisik, dan social-emosional. Lebih menarik lagi, perkembangan anak menjadi lebih cepat karena anak belajar dengan perasaan senang.

“Last year, LEGO launched Fusion, which are LEGO sets that you build and then import virtually into simple games on your mobile device. LEGO X is the adult version of Fusion. Created by Gravity Research Club – the same group behind the 3D sketching project – LEGO X creates a 3D model of whatever you’re building while you’re building it.”

Coba bayangkan, setiap bagian Lego yang kita rangkai, akan secara otomatis akan terbentuk Visualisasi gambar dalam bentuk digital di perangkat pintar kita. Dan, hal itu sudah bisa dinikmati dengan Lego X.

Coba simak foto-foto di Video berikut:

According to Architect Magazine, “The LEGO bricks’ movements are reciprocated in real time on a screen using location-mapping and gyroscopic sensors” embedded on each LEGO X piece. You can then use the LEGO X app to refine, store or share the 3D model.

Today, you can either build with real Lego bricks, or build in software with virtual Lego bricks. There’s still a firm line between the two, because there’s still a firm line between analog experiences and digital interfaces.

Sumber: fastcodesign.com

Haries

Penulis: Haries

Penulis di arsdesain.com, referensi bersama seputar arsitektur dan desain. "Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia."