Klakson Arsitek

Klakson Arsitek

“Memangnya profesi Arsitek pakai klakson segala?”

Judul artikel yang menggabungkan kata klakson dengan arsitek memang terlihat janggal. Klakson pada kendaraan berfungsi sebagai:

  • Pemberi peringatan kepada pengguna jalan lainnya
  • Tanda menyapa pengguna jalan lainnya
  • Tanda marah kepada pengguna jalan lainnya
  • Tanda eksistensi kepada pengguna jalan lainnya
  • Sarana ‘Narsis’ dengan bunyi klakson nyentrik
  • Dan lain-lain


Yang menjadi catatan disini adalah:

Jika Anda membunyikan klakson secara berlebihan, Anda justru bisa mengganggu kondisi jalan dan menyebabkan kekacauan. Jadi, jangan gunakan klakson untuk hal-hal yang tidak penting.

Demikian pula halnya dalam profesi arsitek, ataupun profesi designer. Perlu sesekali waktu menyalakan klakson agar:

  • Keahliannya diketahui publik
  • Ide-idenya terdengar
  • Eksistensinya diakui
  • Dan lain-lain nya

Seorang arsitek akan diakui profesinya dengan  dilihat dari karya-karya yang dibuat nya. Jadi Klakson Arsitek itu bisa saja berupa:

  • Hasil karya design
  • Bangunan Arsitektur
  • Hasil karya Interior
  • Pengalaman dalam proses design/Konstruksi
  • Ide Sumbangan pemikiran kepada dunia Arsitektur

Dalam lingkungan sebuah perusahaan, kadangkala seorang arsitek mempunyai karir yang stagnan karena si arsitek tersebut tidak pernah menggunakan ‘klakson’ nya untuk menunjukkan keahlian nya.

Bisa juga ada arsitek yang sudah menggunakan ‘klakson’ nya di sebuah perusahaan/biro arsitek, dan keahlian si arsitek menjadi diakui di biro arsitek tersebut, tapi karir tetap stagnan.

Klakson Arsitek ternyata bisa juga digunakan untuk kebaikan-kebaikan yang lebih luas, seperti misalnya:

  • Saran pemikiran perbaikan kualitas Kota
  • Ide-ide ke pemerintah daerah Kota
  • Menciptakan lingkungan & masyarakat yang ‘Go Green’

Jadi pertannyaan nya… “Sudahkah anda sebagai arsitek, designer, seniman dan pekerja seni lainnya menggunakan ‘Klakson’ Anda? 🙂

 

Haries mulai Oktober 2022 ini berkomitmen untuk mulai kembali menulis artikel. Spontan langsung via ponsel. Mengembalikan gairah 'ngeblog'. Bahasa yang digunakan seperti saat 'ngetik' di WhatsApp, jadi tidak EYD, apa adanya. Kritik dan saran amat sangat berarti untuk arsdesain.com

You May Also Like