Arsitek Tradisional Dalam Kancah Terbitnya UU Arsitek

Profesi arsitek tradisional Indonesia diluar nalar pola pikir pendidikan asing.

Artikel Arsitektur – Sepanjang perjalanan sejarah Arsitektur di Indonesia, bisa kita lihat rekam jejak para arsitek telah memberi sumbangsih nyata dalam pembangunan nasional melalui karya-karya arsitektur.

“Tidak hanya arsitek lokal Indonesia dan arsitek manca negara kelas dunia yang telah menunjukkan karakter dan citra bangsa kita melalui karya-karya arsitektur, namun jangan lupakan peran para ‘arsitek’ tradisional Indonesia.”

Mungkin bisa jadi menjadi sesuatu yang tidak polpuler, nyeleneh, bahkan tidak sedikit yang akan mengeryitkan dahi, mendengar istilah arsitek tradisional.

Saya tidak membahas mengenai pentingnya UU ini nantinya mampu memenuhi kebutuhan hukum dan masyarakat terkait praktek dan profesi arsitek.

Terutama, dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi arsitek, pengguna jasa, praktik dan profesi arstek, karya arsitek dan masyarakat.

Karena rekan-rekan bisa cari dan browsing dan tak terbantahkan bahwa UU tersebut sangat penting, apalagi mengingat Indonesia termasuk sangat telat untuk mempunyai kepastian hukum profesi arsitek bahkan di wilayah ASEAN.

UU arsitek diperlukan terutama, untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi arsitek, pengguna jasa, praktik dan profesi arstek, karya arsitek dan masyarakat.

Kembali kepada bahasan diawal tentang arsitek tradisional, ini bukan mengada-ada. Indonesia adalah negara besar dan harus ditanamkan kepada setiap pemikiran anak bangsa bahwa banyak kearifan lokal Indonesia yang tidak dimiliki negara-negara lain, apalagi bila berorientasi profesi arsitek dilihat dari kacamata pendidikan negara eropa (negara asing)

Sebelum lanjut membaca artikel ini, ada baiknya silahkan baca artikel berikut ini: (klik(

Panggita Uma

Kalau sudah baca artikel Panggita Uma, harapan saya, kita akan lebih bisa membuka wawasan bahwa ada profesi arsitek tradisional disetiap suku-suku tanah air yang secara keilmuan tidak ditempuh melalui pendidikan formal.

Ada gelar Panggita Uma lainnya dengan sebutan gelar berbeda disetiap suku-suku, sesuai menurut budaya yang tersebar diseluruh Tanah Air.

Keilmuan arsitektur seorang arsitek tradisional Indonesia didapat melalui turun temurun, dan selektif dalam menurunkan keilmuan.

Mungkin ada yang menilai artikel ini ngelantur dan tidak ada hubungan dengan UU arsitek, apalagi bagi yang mengenyam pendidikan dan pola pikir ‘asing/barat’ dalam hal menilai standarisasi profesi arsitek.

Namun kenyataannya adalah para arsitek tradisional, para Panggita Uma dan berbagai sebutan arsitek tradisional Indonesia lainnya, telah menciptakan lingkungan binaan yang berkarakter dengan berkarya sesuai kearifan lokal, lingkungan alam Indonesia. Jati diri arsitektur Indonesia.

Istilah saya bangga Indonesia, tentunya bisa diartikan berbeda-beda.

Dalam kaitannya dengan Arsitektur, saya bangga dengan para arsitek tradisional yang berprofesi dengan segenap hati, totalitas dalam membuat lingkungan binaan yang selaras dengan alam, berkesadaran totalitas.

Dan tak tersentuh …

Salam inspiratif inspiratif!

Facebook Comments
Haries

Author: Haries

Arsitektur adalah keseharian hidup peradaban Manusia. Haries adalah founder situs arsdesain.com. Sebuah Situs yang menjadi sumber referensi bersama sepurtar arsitektur dan desain. "Mari register untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman."